Balikpapan, Borneoupdate.com – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Balikpapan menyatakan pembelajaran secara tatap muka (PTM) masih mungkin dilakukan. Hal itu dengan mempertimbangkan perkembangan dari penerapan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) darurat yang berakhir 20 Juli 2021 mendatang. Meski sementara ini, pemerintah setempat sudah mengeluarkan keputusan penundaan PTM.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Balikpapan, Muhaimin mengatakan pembelajaran tatap muka merupakan keinginan sebagian besar orang tua siswa. Namun hal itu belum bisa terlaksana mengingat kondisi perkembangan Covid-19 terus meninggi. Bahkan kota ini sudah berstatus zona merah Covid-19 karena kasus positifnya yang melonjak cukup tinggi.
“Kita tunda PTM karena pandemi masih meninggi. Sudah ada juga edarannya soal PPKM darurat dari pemerintah. Jadi tentu tidak ada pembelajaran tatap muka. Kita sudah launching untuk tahun ajaran 2021-2022 masih daring,” ujarnya kepada wartawan, Rabu (14/07).
Menurut Muhaimin pihaknya akan meneruskan kegiatan belajar mengajar secara daring seperti yang sudah dilakukan setahun terakhir. Dimana tahun ajaran 2021-2022 dimulai pada 15 Juli ini. Meski begitu disdik tetap membuka kemungkinan adanya PTM di sekolah jika kondisi kasus Covid-19 melandai. Termasuk saat ada daerah yang berstatus zona kuning dan hijau.
“Sekarang kan sedang jadwal masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS). 15 Juli 2021 merupakan hari pertama tahun ajaran 2021-2022. Sambil lihat perkembangan kasus Covid-19 yang ada juga. Kalau melandai bisa saja PTM di zona kuning dan hijau,” tuturnya lagi.
Muhaimin menambahkan pihaknya tidak akan menggelar simulasi kembali jika PTM bisa dilakukan. Karena disdik sudah melakukan dua kali simulasi sebelumnya. Sehingga semua sekolah sudah memiliki prosedur tetap protokol kesehatan. Apalagi semua guru sudah mendapatkan vaksin baik tahap satu maupun tahap kedua.
“Sekolah sudah punya SOP jika PTM terbatas dibuka. Jadi tidak perlu simulasi lagi. Sudah ready protap-nya. Semua para guru juga sudah divaksin. Orang tua tidak perlu khawatir soal hal itu,” tambahnya. (FAD)
















Discussion about this post