Balikpapan, Borneoupdate.com – Pemerintah Kota Balikpapan terus mengupayakan penurunan status Penerapan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) ke level yang lebih rendah. Meski status level 4 saat ini cukup sulit berubah mengingat ada standar pemerintah pusat yang sulit dipenuhi. Terutama cakupan vaksinasi Covid-19 lengkap hingga pertimbangan aglomerasi.
Juru bicara Satgas Covid-19 Kota Balikpapan, Andi Sri Juliarty mengakui persyaratan aglomerasi yang cukup berat bagi kota minyak. Mengingat kota ini merupakan wilayah perlintasan yang menghubungkan antar kota di Kaltim. Bahkan kota minyak menjadi pintu masuk utama bagi orang yang menuju kabupaten kota lain di bumi etam.
“Kalau aglomerasi kita ngga bisa apa-apa, karena Balikpapan memang daerah perlintasan orang sebagai pintu gerbang Kaltim, berbatasan dengan banyak kabupaten/kota lainnya,” ujarnya kepada wartawan, Jumat (01/10).
Untuk itu, lanjut wanita yang akrab disapa Dio ini, pihaknya masih menunggu perkembangan pengawasan dari pemerintah pusat terkait level PPKM di Balikpapan. Dimana PPKM level IV yang ditetapkan pemerintah pusat baru akan berakhir pada 4 Oktober 2021.
“Dulu yang jadi pertimbangan soal aglomerasi, jumlah penduduk dan vaksinasi. Kalau vaksin masih bisa kita usahakan. Tapi aglomerasi ini yang sulit. Kondisi ini juga berlaku di tetangga kita Kabupaten Kutai Kartanegara yang banyak pekerja tambangnya,” tuturnya lagi.
Menurut Dio, pihaknya menargetkan cakupan vaksinasi hingga 70% untuk dosis lengkap. Adapun hingga awal Oktober ini, prosentase penerima vaksin dosis pertama sudah berada di atas 50%. Apalagi pemerintah cukup terbantu dengan kegiatan vaksinasi yang digelar instansi dan organisasi kemasyarakatan.
“Kita masih berjuang untuk turun lagi ke level yang lebih rendah. Ini akan terlihat saat berakhirnya PPKM level 4 yang diterapkan hingga 4 Oktober mendatang. Kami juga menginginkan relaksasi diperluas. Terutama PTM di sekolah agar segera digelar. Tapi itu tergantung pusat,” tambahnya. (FAD)
















Discussion about this post