
Balikpapan, Borneoupdate.com – Persoalan bahan bakar minyak (BBM) untuk para nelayan masih menjadi masalah di Kota Balikpapan. Padahal kota ini mendapat julukan kota minyak namun kelangkaan BBM masih saja terjadi. Tidak hanya pada angkutan darat namun juga mereka yang berprofesi sebagai nelayan.
Wakil Ketua DPRD Balikpapan, Sabaruddin Panrecalle mengaku dirinya belum mendapatkan informasi adanya kelangkaan BBM di kalangan nelayan. Meski memang selama ini belum ada solusi kebutuhan BBM untuk nelayan di kawasan Balikpapan Selatan dan Timur. Apalagi dirinya berasal dari daerah pemilih Balikpapan Timur yang mayoritas warganya berprofesi jadi nelayan.
“Kami sampaikan belum ada info kelangkaan BBM nelayan. Tapi sebenarnya yang seperti itu sudah sering terjadi. Sudah sering nelayan bicara sama kami saat kegiatan reses,” ujarnya kepada wartawan, Jumat (03/12).
Menurut Sabaruddin, dirinya sudah meminta pihak terkait mencarikan solusi persoalan BBM untuk nelayan ini. Mulai dari pemerintah hingga pertamina. Karena sulitnya memperoleh bahan bakar minyak (BBM) jenis solar membuat sebagian nelayan kesulitan berangkat melaut.
“Pihak nelayan juga mengalami kesulitan memperoleh izin kapal. Apalagi bagi rakyat kecil untuk berurusan ke Kantor Syahbandar dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) tentu membingungkan. Kami harap ada kemudahan bagi nelayan,” tuturnya lagi.
Bahkan mengenai kesulitan BBM yang dihadapi warganya, Sabaruddin masih belum memperoleh solusi yang berkelanjutan. Termasuk usulan adanya SPBU khusus nelayan yang mempermudah mereka memperoleh stok BBM untuk melaut. Sehingga pihak DPRD berencana kembali mengundang membahas persoalan tersebut.
“Kami ingin ada solusi yang bisa mempermudah semua pihak. Seperti permintaan masyarakat nelayan soal BBM yang seharusnya bisa dicarikan solusi secepatnya. Intinya saya akan berusaha untuk meneruskan aspirasi yang telah disampaikan oleh masyarakat,” tuturnya. (SAN)




















Discussion about this post