Balikpapan, Borneoupdate.com – Kemajuan cabang olahraga di sejumlah daerah semakin merata. Yang terbaru dalam Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) Bulutangkis se-Kaltim dan Kejurprov Junior DBON garapan Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) Provinsi Kalimantan Timur. Kontingen asal Bontang terbukti mampu melejitkan prestasinya. Meski Kota Balikpapan berhasil keluar sebagai juara umum dengan membawa pulang 9 emas, 4 perak dan 16 perunggu.
Terkait hal itu, Anggota Komisi III DPRD Kota Balikpapan, Nurhadi Saputra menyebut pentingnya posisi orang tua angkat untuk cabang olahraga. Di mana Kota Bontang sudah membuktikan hal tersebut. Bahkan ada sejumlah atlet asal Balikpapan yang berpindah memperkuat kota taman. Ini seharusnya menjadi evaluasi bagi pemerintah dan stakeholder kota minyak.
“Karena tim Bulutangkis Bontang sekarang ini punya klub dan punya Bapak angkat. Yang masalah lagi beberapa atlet Bontang binaan Balikpapan (orang Balikpapan). Mereka seperti mentransfer pemain-pemain, alasannya ya klasik terkait kesejahteraan, dan ini menjadi PR buat kami PBSI Balikpapan,” ujarnya, Senin (23/10).
Nurhadi mengungkapkan, kondisi ini yang masih menjadi kendala di PBSI Balikpapan. Karena tidak adanya orang tua angkat atlet cukup berpengaruh pada pembinaan dan pendanaan. Jika hal itu sudah ada, ia pastikan bahwa Balikpapan mampu meraih prestasi yang lebih baik. Khususnya di cabang Bulutangkis.
“Kami berharap Bayan bisa menjadi orangtua angkat PBSI Balikpapan. Saat itu sempat dibicarakan namun belum ada jawaban pasti. Karena masih mau laporan ke pusat. Mudah-mudahan ada kabar baik,” tuturnya lagi.
Meski begitu, Nurhadi mengucapkan terima kasih kepada seluruh pemain, pelatih dan ofisial yang terlibat dalam kejuaraan kali ini. Meski dengan kondisi seadanya prestasi juara umum masih dapat teraih. “Dengan mengucapkan selamat kepada seluruh atlet dan tim tentunya, yang selalu mendampingi dan mensupport para atlet. Alhamdulillah, target kita dari PBSI Kota Balikpapan tercapai,” tutupnya. (MAN)
Discussion about this post