Balikpapan, Borneoupdate.com – Banyaknya permintaan donasi kepada masyarakat mengundang perhatian dari anggota DPRD di Balikpapan. Pasalnya ada potensi kegiatan mengemis terselubung. Di mana saat ini pengemis tidak hanya berada di lokasi keramaian. Tapi juga bisa menggunakan teknologi digital untuk menarik simpati warga penyumbang.
Anggota DPRD Kota Balikpapan, Iwan Wahyudi meminta pemerintah segera memperhatikan hal ini. Karena banyak bertebaran program donasi yang masuk ke platform digital. Seperti whatshapp, IG, FB dan telegram. Sementara warga tentu tidak mengetahui siapa yang menjadi penanggungjawab kegiatan donasi tersebut.
“Karena bagaimanapun kalau orang meminta uang kepada masyarakat tentu ada aturannya. Lalu warga Balikpapan ini cukup aktif di kegiatan donasi,” ujarnya, Ahad (05/11).
Untuk itu, lanjut Iwan, pihaknya menunggu langkah dari Dinas Sosial Kota Balikpapan. Apalagi modus para pengemis sudah mengikuti perkembangan teknologi. Maka pemerintah juga harus bisa melakukan tindak pencegahan terhadap kegiatan warganya. Termasuk potensi menggunakan perang di Gaza Palestina untuk donasi tak bertanggungjawab.
“Bisa juga di setiap lampu merah ada yang minta sumbangan untuk Gaza. Lalu ada yang lewat donasi digital. Ini perlu antisipasi pemerintah. Jangan sampai warga jadi korban. Menyumbang tentu boleh asalkan jelas pelaksana dan tepat sasaran,” tuturnya lagi.
Di Balikpapan, tambah Iwan, sudah ada perda ketertiban umum. Tinggal pelaksanaan saja di lapangan. Intinya dinas terkait tetap perlu mengantisipasi dan menertibkannya sebelum ini semakin marak terjadi. (MAN)
Discussion about this post