Balikpapan, Borneoupdate.com – Pemerintah Kota Balikpapan berencana menaikkan insentif guru ngaji di tahun 2024. Hal ini sebagai bentuk apresiasi terhadap kontribusi mereka mendidik generasi muda di kota minyak. Di mana rencananya setiap guru TPQ akan mendapatkan Rp 550 ribu per bulannya.
Anggota Komisi IV DPRD Balikpapan, Asep Saptuari memberikan dukungan penuh pada rencana ini. Agar para pengajar yang ada semakin termotivasi memberikan pembelajaran yang lebih baik. Apalagi data Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) menunjukkan ada 2.140 pengajar TPQ di Balikpapan.
“Kami jelas mendukung rencana kenaikan insentif bagi guru ngaji di tahun 2024 mendatang. Kan bisa jadi motivasi bagi guru ngaji agar lebih baik lagi ke depannya,” ujarnya, Senin (20/11).
Menurut Asep, proses pencairan insentif guru TPQ masih sama seperti tahun sebelumnya. Yakni melalui tahapan verifikasi penerima, pencairan per tahap setiap enam bulan dan potongan pajak penghasilan sebesar 5 persen. Sedangkan di tahun lalu, insentif guru TPQ sebesar Rp 440 ribu.
“Prosesnya masih sama. Penyerahannya bertahap per 6 bulan dan ada verifikasi. Yang penting banyak bersyukur dengan rezeki yang sudah diterima,” tuturnya lagi.
Asep berharap adanya kenaikan insentif menjadi motivasi serta perbaikan terhadap metode pendidikan al Qur’an. Saat ini tercatat ada 340 tempat Lembaga Pendidikan Qur’an (LPQ) tersebar di seluruh Kota Balikpapan. “Sudah menjadi kewajiban pemerintah memberikan perhatian bagi yang berkontribusi terhadap pendidikan dasar keagamaan sejak usia dini,” tambahnya. (MAN)
Discussion about this post