Balikpapan, Borneoupdate.com – Komisi III DPRD Kota Balikpapan mendorong percepatan revisi Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) di tiga wilayah krusial. Fokus utama tertuju pada Balikpapan Barat, Balikpapan Utara, dan Balikpapan Timur.
Langkah ini bukan sekadar urusan administratif. Ketiga kecamatan tersebut memegang peran vital sebagai wajah depan Balikpapan. Posisinya sangat strategis karena bersentuhan langsung dengan daerah penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN) dan Kabupaten Kutai Kartanegara.
Ketua Komisi III DPRD Balikpapan, Yusri mengungkapkan pentingnya pembaruan regulasi tata ruang ini. Ia melihat dinamika pembangunan IKN menuntut kesiapan lahan yang matang. Tanpa RDTR yang jelas, potensi investasi bisa terhambat oleh ketidakpastian hukum. Meski saat ini pemerintah setempat berhadapan dengan keterbatasan anggaran.
“Kami mendorong percepatan revisi RDTR ini agar arah pembangunan kota semakin presisi. Balikpapan tidak boleh hanya menjadi penonton di tengah masifnya pembangunan IKN. Ini sudah jadi komitmen bersama DPRD dan Pemkot,” ujarnya, Senin (06/04).
Yusri menilai, sinkronisasi tata ruang akan mempermudah masuknya para investor. Kejelasan zonasi memungkinkan pengusaha menanamkan modal dengan rasa aman. Hal ini juga akan meminimalkan konflik pemanfaatan lahan di masa depan. Balikpapan Utara dan Barat saat ini menjadi magnet baru bagi sektor logistik dan industri.
Sementara itu, Balikpapan Timur memegang potensi besar pada sektor pariwisata dan pemukiman modern. Ketiga wilayah ini membutuhkan payung hukum yang adaptif terhadap tren ekonomi global. Di mana aspek infrastruktur pendukung harus sejalan dengan revisi tata ruang. Ia menginginkan adanya integrasi antara kawasan industri dan jalur transportasi publik.
“Tujuan kami adalah menciptakan ekosistem kota yang efisien dan berkelanjutan. Revisi ini harus menjawab tantangan sepuluh hingga dua puluh tahun ke depan. Kita sedang menata masa depan sebagai kota metropolitan yang modern dan inklusif,” jelasnya.
Menurut Yusri Komisi III berkomitmen mengawal proses ini hingga tuntas. Mereka akan terus melakukan koordinasi intensif dengan dinas terkait agar draf revisi segera masuk ke tahap finalisasi. Sinergi antara eksekutif dan legislatif menjadi kunci utama keberhasilan penataan kota ini.
“Kehadiran RDTR baru bisa meningkatkan kualitas hidup warga lokal. Selain membuka lapangan kerja, tata ruang yang rapi akan memperbaiki drainase dan ruang terbuka hijau,” tambahnya. (ibn)
















Discussion about this post