Balikpapan, Borneoupdate.com – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Balikpapan menilai penanganan krisis air bersih dan pengendalian banjir masih berjalan di tempat. Pemerintah setempat masih gagal memberikan solusi tuntas bagi warga yang selama bertahun-tahun hidup dalam keterbatasan layanan dasar.
Anggota DPRD Balikpapan, Iwan Wahyudi, mengungkapkan kegelisahan masyarakat yang terus berulang dalam setiap pertemuan. Ia mencatat banyak keluhan mengenai sulitnya akses air bersih mendominasi aspirasi warga saat agenda reses berlangsung. Meskipun pemerintah telah menjalankan berbagai program, kenyataan di lapangan menunjukkan pelayanan pipa PDAM belum merata ke seluruh pelosok kota.
“Air bersih masih jadi isu lama yang terus muncul. Mungkin perlu kembali pada solusi alternatif seperti pembangunan sumur bor di wilayah yang belum terjangkau jaringan pipa,” ujarnya, Sabtu (02/05).
Iwan meminta pemerintah tidak boleh hanya bergantung pada perluasan jaringan pipa yang memakan waktu lama dan biaya besar. Ia mendorong pihak terkait untuk segera memetakan wilayah kritis yang sangat mendesak membutuhkan air. Pembangunan sumur bor komunal menjadi langkah taktis untuk menjawab dahaga warga yang selama ini hanya mengandalkan air hujan atau membeli air tangki yang mahal.
Selain krisis air, Iwan juga menyinggung penanganan banjir yang belum menunjukkan hasil signifikan. Beberapa titik langganan banjir masih terendam air setiap kali hujan deras mengguyur kota. Ia melihat normalisasi drainase dan pembangunan bendali (bendungan pengendali) perlu mendapatkan perhatian ekstra agar aktivitas warga tidak terus terganggu.
“Masyarakat mulai jenuh dengan alasan-alasan teknis. Mereka butuh aksi nyata yang bisa mereka rasakan langsung manfaatnya, terutama saat musim penghujan atau saat kran air mereka mati berhari-hari,” tuturnya lagi.
DPRD Balikpapan meminta Pemerintah Kota untuk lebih berani melakukan inovasi anggaran untuk sektor-sektor krusial ini. Iwan menginginkan adanya sinkronisasi antara perencanaan di tingkat kota dengan keluhan rill di tingkat RT. Ia tidak ingin anggaran besar terserap untuk proyek-proyek seremonial sementara kebutuhan pokok warga terabaikan.
“Kita punya tanggung jawab moral untuk menyelesaikan persoalan dasar ini. Kami akan pastikan ketersediaan air bersih dan bebas banjir bukan lagi sekadar impian bagi warga Balikpapan,” tutupnya. (ane)
















Discussion about this post