Balikpapan, Borneoupdate.com – Anggota Komisi III DPRD Kota Balikpapan, Syarifuddin Oddang, mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk memperkuat budaya gotong royong. Ia meminta warga tetap aktif menjaga kebersihan lingkungan, terutama pada area drainase di sekitar pemukiman.
Langkah ini bertujuan mencegah terjadinya penyumbatan saluran air yang sering memicu genangan saat hujan deras. Oddang menilai kesadaran warga dalam menjaga kebersihan parit menjadi fondasi utama kenyamanan kota. Namun, ia juga memberikan catatan kritis bagi pemerintah daerah.
“Masyarakat kita sudah punya semangat luar biasa untuk bersih-bersih. Tapi pemerintah wajib mendukung partisipasi warga ini dengan infrastruktur yang memadai,” ujarnya, Selasa (12/05).
Oddang menyoroti kendala teknis yang sering mematahkan semangat warga di lapangan. Selama ini, warga sering bingung membuang sisa sedimen atau sampah hasil pembersihan drainase. Tanpa dukungan alat angkut yang siap siaga, tumpukan sampah tersebut hanya berpindah dari parit ke pinggir jalan.
Oddang menilai kerja bakti warga akan sia-sia jika sampah kembali masuk ke saluran air karena tidak segera terangkut. Kondisi ini muncul karena minimnya sarana pendukung seperti gerobak atau motor sampah di tingkat lingkungan.
“Tanpa alat angkut, semangat warga untuk menjaga kebersihan pasti terbentur kendala teknis. Kita butuh solusi transportasi sampah yang menjangkau depan rumah,” jelasnya lagi.
Untuk itu, Oddang mendorong Dinas Lingkungan Hidup (DLH) untuk lebih masif menyediakan armada jemput bola. Keberadaan kendaraan roda tiga menjadi kunci utama untuk menyisir gang-gang sempit yang tidak terjangkau truk besar. Alat angkut ini akan memastikan hasil pembersihan drainase langsung menuju Tempat Penampungan Sementara (TPS).
Menurut Oddang, infrastruktur yang lengkap merupakan bentuk penghargaan pemerintah atas partisipasi masyarakat. Ia tidak ingin warga merasa bekerja sendiri tanpa dukungan fasilitas yang layak dari negara. Sinergi antara tenaga warga dan armada pemerintah harus berjalan beriringan secara harmonis.
“Kita ingin Balikpapan bersih secara total. Kuncinya adalah kolaborasi antara warga yang peduli dan pemerintah yang memfasilitasi,” tuturnya lagi.
Oddang berharap adanya skema pengangkutan sampah yang lebih terjadwal. Pola ini akan memudahkan warga menyesuaikan waktu kerja bakti dengan jadwal kedatangan armada pengangkut. Dengan begitu, tidak ada lagi sampah yang mengendap terlalu lama di lingkungan pemukiman. (sus)
















Discussion about this post