Balikpapan, Borneoupdate.com – Komisi III DPRD Kota Balikpapan bergerak cepat membenahi sistem pengelolaan Tempat Pemakaman Umum (TPU). Para wakil rakyat kini menyoroti berbagai keluhan warga terkait tingginya biaya pemakaman. Mereka berkomitmen menciptakan sistem layanan yang lebih sederhana, transparan, dan bebas dari beban biaya tambahan.
Ketua Komisi III DPRD Balikpapan, Yusri, mengungkapkan adanya praktik pungutan di lapangan masih menjadi momok bagi masyarakat. Ia menerima banyak laporan tentang adanya iuran di tingkat RT hingga biaya tak terduga saat keluarga sedang berduka. Kondisi ini dinilai sangat mencederai rasa kemanusiaan dan membebani ekonomi warga.
Untuk itu, Yusri mendorong pemerintah kota untuk menyeragamkan prosedur pengurusan jenazah di seluruh TPU. Ia menginginkan adanya regulasi yang memangkas birokrasi berbelit. Fokus utamanya adalah memastikan keluarga jenazah tidak perlu lagi mengeluarkan uang ekstra di luar ketentuan resmi daerah.
“Kalau bisa, masyarakat cukup membawa surat pengantar saja, kemudian proses pemakaman bisa langsung dilaksanakan tanpa biaya tambahan yang memberatkan. Ini yang ingin kami dorong agar lebih tertata,” ujarnya, Selasa (12/05).
Yusri menjelaskan penertiban pungutan liar di tingkat lingkungan menjadi agenda prioritas. Ia meminta instansi terkait untuk melakukan pengawasan ketat terhadap operasional di lapangan. Karena pelayanan pemakaman merupakan kewajiban dasar pemerintah yang harus berjalan secara profesional.
“Kami juga mengkaji skema penganggaran layanan pemakaman gratis bagi warga kurang mampu. Harusnya pemerintah setempat punya alokasi dana untuk biaya gali kubur dan perawatan lahan khusus warga kurang mampu,” jelasnya.
Menurut Yusri pihaknya mendorong sosialisasi mengenai aturan tarif resmi sesuai Perda yang berlaku. Ia ingin masyarakat berani melaporkan jika menemukan praktik pungli yang mengatasnamakan biaya administrasi atau uang lelah petugas. DPRD Balikpapan optimis penataan sistem ini akan meningkatkan kepercayaan publik terhadap kinerja pemerintah.
“Kami ingin warga merasa negara hadir saat mereka berduka. Tidak boleh ada lagi keluarga yang pusing memikirkan biaya makam saat mereka sedang kehilangan anggota keluarga tercinta,” pungkas politisi dari Partai Golkar Balikpapan ini. (san)

















Discussion about this post