Balikpapan, Borneoupdate.com – Komisi III DPRD Kota Balikpapan memberikan dukungan transformasi pengelolaan fasilitas publik di Kota Beriman. Salah satunya pada rencana Pemerintah Kota Balikpapan untuk merombak total wajah Tempat Pemakaman Umum (TPU). Mereka mendukung penuh perubahan citra pemakaman yang selama ini identik dengan kesan menyeramkan menjadi ruang publik yang estetis dan ramah lingkungan.
Ketua Komisi III DPRD Balikpapan, Yusri, mendukung sekali ide transformasi makam dengan konsep taman (memorial park). Ia menginginkan penataan makam yang lebih teratur, hijau, dan memiliki sistem pencahayaan yang modern. Karena pemakaman tidak seharusnya menjadi tempat yang dijauhi warga. Melainkan area yang memberikan ketenangan dan kenyamanan bagi peziarah.
“Ke depan, pemakaman bisa kita tata seperti taman dengan pencahayaan yang memadai. Kita ingin lokasinya lebih nyaman dan tidak terkesan menyeramkan lagi bagi Masyarakat. Kan selama ini kesannya gelap di situ,” ujarnya, Selasa (19/05).
Pihak legislatif, lanjut Yusri, melihat potensi besar dalam mengintegrasikan area pemakaman dengan ruang terbuka hijau. Ia menekankan pentingnya penghijauan yang masif di area makam untuk mendukung keseimbangan ekosistem kota. Langkah ini sekaligus bertujuan untuk meningkatkan kualitas udara dan menambah nilai estetika di lingkungan pemakaman.
“Pencahayaan yang terang di malam hari berfungsi untuk mencegah prilaku negatif di area makam. Lalu penataan nisan yang seragam dan rapi akan memberikan kesan tertib. Ini akan memudahkan mobilitas pengunjung saat berziarah,” jelasnya.
Untuk itu, Yusri mendorong Dinas Perumahan dan Permukiman (Disperkim) untuk segera menyusun master plan pembangunan TPU berbasis konsep ramah lingkungan. Ia meminta pemerintah mulai menerapkan model ini pada lahan-lahan makam baru maupun perluasan area yang sudah ada. Komisi III siap mengawal alokasi anggaran agar visi pemakaman modern ini dapat segera terealisasi.
“Kami yakin perubahan paradigma ini akan meningkatkan fungsi lahan makam. Area tersebut nantinya dapat berfungsi sebagai paru-paru kota. Itu jelas bermanfaat bagi kesehatan lingkungan masyarakat sekitar,” tuturnya lagi.
Yusri berharap inovasi ini menjadikan Balikpapan sebagai pelopor pengelolaan makam modern di Kalimantan Timur. Penataan ini menjadi bukti nyata komitmen pemerintah dalam memberikan pelayanan terbaik hingga ke peristirahatan terakhir. (san)
















Discussion about this post