Balikpapan, Borneoupdate.com — Menteri Haji dan Umrah Republik Indonesia, Mochamad Irfan Yusuf, meninjau langsung layanan jemaah haji di Asrama Haji Embarkasi Balikpapan, Minggu (10/5/2026). Peninjauan ini dilakukan untuk memastikan seluruh fasilitas dan layanan keberangkatan jemaah berjalan optimal, aman, dan berorientasi pada kebutuhan jemaah.
Dalam kunjungan tersebut, Menhaj meninjau sejumlah titik layanan, mulai dari ruang penerimaan jemaah, pemeriksaan kesehatan, pemondokan, hingga sarana dan prasarana pendukung lainnya. Ia memastikan seluruh proses pelayanan di embarkasi dapat memberikan kenyamanan bagi jemaah sebelum bertolak menuju Tanah Suci.
Menhaj menegaskan bahwa asrama haji memiliki peran penting sebagai titik awal pelayanan sebelum jemaah diberangkatkan. Karena itu, seluruh layanan harus dipastikan siap, mulai dari aspek akomodasi, kesehatan, alur pergerakan jemaah, hingga koordinasi antarlini petugas.
“Pelayanan kepada jemaah harus dilakukan dengan sungguh-sungguh. Kita ingin memastikan jemaah mendapatkan layanan terbaik sejak dari embarkasi, karena kenyamanan dan kesiapan mereka sebelum berangkat menjadi bagian penting dalam kelancaran ibadah di Tanah Suci,” ujar Menhaj.
Selain meninjau Asrama Haji Embarkasi Balikpapan, Menhaj juga melepas keberangkatan jemaah haji Kloter 10 Embarkasi Balikpapan di Bandar Udara Internasional Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan, Balikpapan, pada Minggu sore. Pelepasan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah memastikan proses pemberangkatan jemaah berjalan tertib, lancar, dan terkoordinasi.
Pada kesempatan tersebut, Menhaj menyapa para jemaah dan menyampaikan pesan agar senantiasa menjaga kesehatan, mengikuti arahan petugas, serta memanfaatkan waktu di Tanah Suci untuk fokus beribadah.
“Jaga kesehatan, saling membantu sesama jemaah, dan ikuti arahan petugas. Semoga seluruh jemaah diberikan kelancaran, kemudahan, dan dapat meraih haji yang mabrur,” pesan Menhaj.
Menhaj juga mengapresiasi seluruh petugas dan pemangku kepentingan di Embarkasi Balikpapan yang telah bekerja dalam mendukung pelayanan jemaah. Ia meminta koordinasi antarpihak terus diperkuat agar setiap tahapan keberangkatan dapat berjalan semakin baik.
“Kunci layanan haji adalah kesiapan, koordinasi, dan kepedulian. Semua petugas harus hadir dengan semangat melayani, memastikan tidak ada jemaah yang terabaikan, terutama jemaah lanjut usia dan jemaah yang membutuhkan pendampingan khusus,” tegasnya.
Kemenhaj berkomitmen untuk terus memperkuat kualitas layanan jemaah pada seluruh fase operasional haji, mulai dari tanah air, perjalanan, hingga pelayanan selama berada di Arab Saudi. (*)

















Discussion about this post