Balikpapan, Borneoupdate.com – DPRD Kota Balikpapan mendesak pemerintah daerah dan instansi terkait mengoptimalkan fungsi pintu air Waduk Bendali Wonorejo. Hal itu guna mengendalikan debit air di kawasan Batu Ampar dan Gunung Samarinda. Langkah tersebut dinilai penting untuk mengurangi risiko banjir yang masih menjadi persoalan di wilayah tersebut.
Anggota DPRD, Muhammad Najib mengatakan hingga kini banjir di kawasan perbatasan RT 76 Batu Ampar dan RT 32 Gunung Samarinda Baru belum tertangani secara maksimal. Kondisi itu membuat warga terus menghadapi ancaman genangan saat curah hujan meningkat.
Ia menjelaskan pengoperasian pintu air Waduk Bendali Wonorejo harus dilakukan secara optimal agar stabilitas debit air tetap terjaga. Dengan pengendalian yang baik, aliran air di kawasan permukiman diharapkan dapat lebih terkendali dan mengurangi potensi luapan.
“Kami mendesak agar pintu air Waduk Bendali Wonorejo diaktifkan secara maksimal untuk menjaga stabilitas debit air di kawasan Batu Ampar dan Gunung Samarinda,” ujarnya, Senin (08/06).
Menurut Najib, persoalan banjir di wilayah tersebut sudah berlangsung cukup lama dan membutuhkan penanganan serius dari pemerintah daerah. Ia menilai pengendalian debit air menjadi salah satu langkah penting yang harus segera dilakukan sambil menunggu penyelesaian program penanganan banjir secara menyeluruh.
Ia menyebut masyarakat di kawasan terdampak selama ini kerap mengalami kerugian akibat genangan air yang masuk ke lingkungan permukiman. Selain mengganggu aktivitas warga, banjir juga berpotensi merusak fasilitas dan infrastruktur lingkungan.
“Banjir di wilayah perbatasan RT 76 Batu Ampar dengan RT 32 Gunung Samarinda Baru sampai sekarang belum tertangani optimal. Karena itu, pengoperasian pintu air harus benar-benar dimaksimalkan,” lanjutnya.
Najib juga meminta pemerintah daerah memperkuat koordinasi dengan instansi teknis terkait agar pengawasan terhadap sistem pengendalian air berjalan lebih efektif. Menurutnya, pengelolaan waduk dan pintu air harus dilakukan secara rutin dan terukur untuk mengantisipasi peningkatan debit air saat hujan deras.
Najib menambahkan persoalan banjir harus menjadi perhatian prioritas pemerintah daerah karena berdampak langsung terhadap kenyamanan dan keselamatan masyarakat. “Pemerintah harus hadir memberikan solusi nyata karena masyarakat sudah cukup lama menghadapi persoalan ini,” tambahnya. (ana)
















Discussion about this post