Balikpapan, Borneoupdate.com – Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kota Balikpapan berkomitmen melindungi warga dari ancaman penipuan lowongan kerja. Khususnya terkait antusiasme warga untuk mencari nafkah di negara lain. Namun hal itu justru memicu munculnya agen-agen ilegal yang berujung kasus perdagangan manusia (human trafficking).
Kepala Disnaker Balikpapan, Adamin Siregar, membuka akses penuh bagi masyarakat untuk memvalidasi keaslian setiap tawaran kerja. Otoritas ketenagakerjaan setempat mengimbau seluruh calon Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Balikpapan lebih teliti. Mereka harus meneliti rekam jejak penyalur sebelum menandatangani kontrak apa pun. Langkah preventif ini bertujuan agar para pemburu rupiah tidak terjebak dalam kasus tindak pidana perdagangan orang.
“Kami tentunya ingin memastikan setiap warga negara berangkat dengan dokumen resmi dan pulang membawa kesejahteraan. Jangan sampai malah telantar di negeri orang. Atau malah jadi korban perdagangan orang di luar sana,” ujarnya, Senin (05/10).
Untuk itu, Adamin meminta calon pekerja migran memastikan proses penempatan dilakukan melalui Perusahaan Penempatan Pekerja Migran Indonesia (P3MI) yang resmi dan terdaftar. Upaya ini menjadi benteng utama keselamatan para pekerja selama merantau di negeri orang. Perusahaan yang mengantongi izin resmi memiliki kewajiban hukum untuk melindungi keselamatan, hak gaji, dan jaminan kesehatan para karyawannya.
“Masyarakat dapat meminta bantuan Disnaker Balikpapan untuk memeriksa legalitas perusahaan maupun agen yang menawarkan pekerjaan di luar negeri. Jangan buru-buru. Itu sih intinya. Kita perlu banyak berhati-hati,” jelasnya.
Menurut Adamin layanan pemeriksaan ini gratis dan terbuka untuk seluruh lapisan masyarakat Kota Beriman. Warga hanya perlu membawa brosur, nama perusahaan, atau kontak agen yang mendekati mereka ke kantor dinas. Tim pengawas ketenagakerjaan akan mencocokkan data tersebut dengan sistem database nasional milik Kementerian Ketenagakerjaan. Prosedur sederhana ini bisa menyelamatkan masa depan keluarga pekerja migran dari jerat utang dan penipuan.
“Kami sadar modus operandi agen nakal makin canggih. Mereka memanfaatkan media sosial untuk menjaring korban dengan iming-iming gaji fantastis dan proses instan tanpa pelatihan. Makanya warga kita juga harus cerdas,” tuturnya lagi.
Melalui penguatan edukasi, tambah Adamin, Disnaker Balikpapan berkomitmen menciptakan siklus migrasi yang aman dan tertib. Di mana pemerintah tidak melarang warga mencari peruntungan di luar negeri. Asalkan berangkat menggunakan jalur yang benar demi keselamatan bersama. (san)
















Discussion about this post