Balikpapan, Borneoupdate.com- Seiring ditetapkannya Kalimantan Timur sebagai Ibu Kota Negara (IKN), yang berdampak semakin bertambahnya penduduk yang masuk ke wilayah Kaltim. Sehubungan dengan itu, Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan diminta lebih fokus untuk memberikan perhatian lebih di bidang pertanian. Sebab sektor ini dinilai berpeluang besar untuk meningkatkan perekonomian kota maupun masyarakat.
Penegasan tersebut diungkapkan anggota DPRD Kaltim dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Mimi Meriami BR Pane, yang tergabung di Komisi III bidang pembangunan kepada awak media baru-baru ini dikediamannya, Jalan Re. Martadinata RT.16 No.6B, Kelurahan Mekar Sari-Balikpapan Tengah.
Menurutnya sebagai salah satu daerah penyangga paling dekat dengan IKN, Kota Beriman Balikpapan sangat memungkinkan menjadi salah satu penyokong kebutuhan bahan pangan bagi penduduk IKN. Mengingat mulai awal tahun ini belasan ribu pekerja bakal didatangkan, untuk mempercepat pembangunan Istana Negara di Sepaku Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU).
Otomatis, kebutuhan pangan disana akan meningkat. “Selama ini, Kaltim masih bergantung ke Jawa atau Sulawesi untuk memenuhi kebutuhan pangan. Oleh karena itu, pemerintah daerah setempat harus memberikan perhatian lebih agar hasil pertanian di Balikpapan bisa meningkat,” tegas Mimi Meriami BR Pane
Dirinya tidak menampik, upaya untuk mendongkrak hasil pertanian di Kaltim terkhusus di Balikpapan membutuhkan kerja keras, dan perlunya sinergitas semua pihak mulai dari level petani hingga stakeholder. Sebab tantangan yang dihadapi tidaklah kecil, misalnya kondisi para petani kita saat ini sudah dimakan usia. Dalam artian, petani produktif didominasi mereka yang sudah tua, sedangkan generasi muda yang mau ke ladang untuk bercocok tanam sangat sedikit sekali.
Padahal jika ditekuni dengan serius, Mimi menilai pertanian bisa menghasilkan pundi-pundi rupiah berlimpah bahkan bisa lebih baik dari kerja kantoran.
“Nah, permasalahannya minat untuk menjadi petani dari kalangan generasi muda mulai luntur. Oleh sebab itu, disini peran pemerintah daerah melalui dinas-dinas terkait sangat diperlukan. Mereka harus lebih pro aktif mengajak generasi muda dengan berbagai cara, seperti menggelar pelatihan-pelatihan,” bebernya.
Permasalahan kedua yang tak kalah penting adalah ketersediaan lahan. Untuk kasus ini, Mimi berharap pemerintah mau menyediakan lahan untuk para petani agar mereka bisa berkarya. Seperti yang dilakukan Kodam VI Mulawarman, yang meminjamkan sekitar 470 hektare lahan milik mereka kepada kelompok tani di kawasan Transad Kilometer 8, kelurahan karang joang Balikpapan Utara.
“Apa yang telah dilakukan Kodam VI Mulawarman sangat bagus. Langkah ini bisa ditiru oleh Pemkot Balikpapan agar hasil pertanian semakin meningkat. Dan tentunya memberi kesempatan generasi muda yang selama ini terkendala lahan,” pungkas Mimi yang kerap menggunakan jilbab hijau kebanggaannya.
Tak hanya itu, dia juga mengingatkan pentingnya memberikan anggaran yang lebih besar kepada pengembangan potensi kepemudaan. Berdasarkan riset internal yang dilakukan DPR, selama ini anggaran untuk kepemudaan masih kalah jauh dari olahraga. “Ini perlu dilakukan, agar potensi anak-anak muda di Kaltim makin terasah dan punya daya saing,” tutupnya. (TS/Ndu)















Discussion about this post