Balikpapan, Borneoupdate.com – Perubahan rekomendasi DPP PDIP dari Budiono kepada Risti Utama berjalan mulus. Nama yang pertama mengaku tidak mempermasalahkan pencoretan dirinya sebagai calon wakil walikota. Pasalnya dirinya masih menjabat sebagai Wakil Ketua DPRD Kota Balikpapan hingga 2024 mendatang.
Budiono mengaku siap menjalankan arahan partai. Meski dirinya pernah mendapatkan rekomendasi oleh DPP PDIP untuk mengisi jabatan Wakil Walikota Balikpapan. Ketika itu namanya muncul untuk menggantikan posisi Tohari Aziz yang meninggal dunia setelah ditetapkan sebagai pemenang Pilkada Balikpapan 2020 bersama Rahmad Mas’ud selaku walikota.
“Sejak awal tahun 2022 prosesnya sampai sekarang baru masuk mau penetapan. Tapi kan saat ini baru ada kesepakatan dari partai koalisi untuk posisi wakil walikota,” ujarnya kepada wartawan, Kamis (12/10).
Kemudian rekomendasi itu, lanjut Budiono, berubah seiring pencalonan Risti Utama yang juga merupakan istri mendiang Thohari Aziz. Nama ini muncul setelah partai koalisi lainnya menyepakati dukungan untuk mengisi kursi wakil walikota yang masih lowong. Belakangan DPP PDIP juga mengalihkan dukungan kepada wanita yang juga istri kader PDIP tersebut.
“Kita ini menjadi anggota legislatif, eksekutif merupakan penugasan dari partai. Ketika rekom tersebut dicabut, ya sudah, berarti saya taat dan patuh kepada DPP Partai saya. Itu aja,” tuturnya lagi.
Menurut Budiono, sesuai ketentuan pengisian jabatan kepala daerah yang berhalangan tetap memerlukan kesepakatan dari partai koalisi berdasarkan rekomendasi DPP. Otomatis dirinya tidak bisa maju karena sudah ada pengalihan rekomendasi oleh DPP PDIP. (MAN)
Discussion about this post