Balikpapan, Borneoupdate.com – Pembangunan sekolah baru di Kota Balikpapan mulai menunjukkan dampak nyata terhadap pemerataan akses pendidikan. Salah satu contoh terlihat pada SD 022 Balikpapan Timur yang berdiri di kawasan Manggar. Sekolah ini hadir sebagai solusi atas kepadatan siswa yang selama ini terpusat di sejumlah sekolah tertentu.
Ketua Komisi IV DPRD Balikpapan, Gasali menilai pembangunan sekolah baru memberi efek signifikan dalam mengurangi ketimpangan daya tampung. Ia menyebut keberadaan SD 022 mampu mendistribusikan siswa secara lebih merata di wilayah Balikpapan Timur. “Sekolah baru ini sangat membantu. Penumpukan siswa di satu sekolah mulai terurai karena sudah terbagi ke sekolah lain,” ujarnya, Selasa (07/04).
Gasali menjelaskan SD 022 Balikpapan Timur memiliki sembilan ruang kelas. Sekolah ini mampu menampung hingga 768 peserta didik. Pemerintah Kota Balikpapan membangun fasilitas tersebut dengan anggaran sebesar Rp 19,2 miliar yang bersumber dari APBD 2025. Kapasitas yang besar menjadi kunci dalam mengatasi persoalan klasik saat penerimaan siswa baru. Karena kehadiran sekolah dengan daya tampung memadai akan memberi ruang lebih luas bagi calon peserta didik di sekitar wilayah tersebut.
“Pembangunan sekolah tidak sekadar menambah gedung. Kami ingin distribusi siswa menjadi lebih seimbang. Jadi jumlah siswa di setiap kelas lebih terkontrol. Kita ingin tidak ada lagi sekolah yang terlalu penuh, sementara sekolah lain kekurangan murid,” jelasnya.
Selain itu, Gasali melihat dampak lain dari pembangunan sekolah baru, yaitu meningkatnya akses pendidikan bagi masyarakat sekitar. Ia menyebut banyak orang tua kini tidak perlu lagi mendaftarkan anaknya ke sekolah yang jauh dari tempat tinggal. Menurutnya kondisi tersebut tidak hanya memudahkan akses, tetapi juga mengurangi beban transportasi dan risiko perjalanan bagi siswa.
“Anak-anak bisa sekolah lebih dekat dari rumah. Ini tentu lebih aman dan efisien bagi keluarga. Dari sisi biaya harian siswa maupun keamanan transportasi. Kan kalau dekat sekolah bisa jalan kaki,” tuturnya lagi.
Komisi IV DPRD Balikpapan, lanjut Gasali, akan terus mendorong pemerintah kota untuk melanjutkan program pembangunan sekolah di wilayah lain yang masih mengalami keterbatasan daya tampung. Ia menilai keberhasilan SD 022 dapat menjadi model untuk pengembangan ke depan. Namun ia juga mengingatkan agar pemerintah tetap memperhatikan kualitas sarana dan prasarana pendukung. (ibn)
















Discussion about this post