Balikpapan Borneoupdate.com – DPRD Kota Balikpapan meminta warga tidak melakukan aksi borong menjelang Idul Fitri tahun ini. Pasalnya tindakan itu bisa memicu kekosongan stok barang di pasaran. Sementara pihak pemerintah sudah menjamin ketersediaan stok bahan pokok di Ramadan dan Idul Fitri tahun ini.
Ketua Komisi II DPRD kota Balikpapan, Suwanto mengatakan dari laporan yang ada stok bahan pokok di kota minyak masih masih dalam kondisi aman. Namun satuan kerja terkait tetap melakukan pemantauan terhadap pergerakan harga dan volume pembelian di pasaran. Agar fluktuasi harga tidak menimbulkan aksi borong dari pihak konsumen.
“Kita juga apresiasi adanya pasar murah. Niat pemerintah tentu menekan inflasi. Tapi bagi kami sebagai wakil rakyat tentu bagaimana kebutuhan masyarakat bisa terpenuhi,” ujarnya kepada wartawan, Selasa (04/04).
Menurut Suwanto Kota Balikpapan memang bukan daerah penghasil bahan pangan. Sehingga memiliki ketergantungan terhadap pasokan bahan pokok dari daerah lain. Seperti pulau Jawa dan Sulawesi. Sementara laporan terakhir menyebutkan cukup banyak lahan pertanian di Sulawesi yang mengalami gagal panen.
“Kita pasti kena dampak harga di bulan puasa. Makanya kami minta pasar murah bisa ada di setiap kecamatan. Agar masyarakat tidak harus mengantri di satu tempat. Intinya kita memantau kenaikan harga dan ketersediaan stok,” tuturnya lagi.
Untuk itu, lanjut Suwanto, masyarakat harus mampu menahan diri untuk tidak melakukan pembelian berlebihan. Hal itu tentu akan membentu pemerintah menjaga kestabilan stok bahan pokok. Karena jika terjadi aksi borong maka bisa berakibat barang kosong.
“Kenapa di buka setiap ramadhan, karena biasanya banyak masyarakat yang panik buying, jadi untuk mengatasi dibuka lah pasar murah. udah-mudahan masih aman hingga habis lebaran,” tambahnya. (FAD)
















Discussion about this post