Balikpapan, Borneoupdate.com – DPRD Kota Balikpapan meminta pemerintah meningkatkan jumlah acara kemasyarakatan. Mulai dari kegiatan organisasi, festival warga, hingga panggung hiburan warga. Pihak dewan menilai momentum berkumpulnya massa ini sebagai peluang emas untuk menggerakkan ekonomi akar rumput secara langsung.
Wakil Ketua DPRD, Yono Suherman mengatakan acara keramaian tidak selalu berpotensi gangguan ketertiban umum atau kemacetan. Namun bisa juga menghidupkan kegiatan UMKM. Di mana setiap kerumunan orang sebagai pasar potensial yang mampu menyelamatkan dapur para pelaku usaha mikro.
“Kami meminta pemerintah kota melihat setiap acara masyarakat sebagai investasi ekonomi. Bukan beban keamanan semata. Satu acara komunitas yang sukses bisa menghidupkan puluhan pedagang kaki lima,” ujarnya, Rabu (04/11).
Yono mengingatkan pentingnya keberpihakan regulasi terhadap inisiatif kegiatan warga. Ia meminta dinas terkait mempermudah izin penyelenggaraan acara asalkan membawa dampak ekonomi positif. Hal itu tentu akan memicu semangat komunitas lokal untuk lebih produktif membuat acara menarik. Apalagi dampaknya menyetuh sisi sosial dan ekonomi warga.
“Jadi ada memang dampak ekonomi. Ada juga dampak sosial. Itu bisa jadi penawar di tengah ekonomi yang tidak stabil. Ruang pertemuan publik akan memperkuat interaksi dan rasa persaudaraan antar warga,” jelasnya.
Menurut Yono acara kemasyarakatan memiliki efek domino yang luar biasa bagi ekosistem usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Melalui festival atau pertemuan organisasi, pelaku usaha lokal bisa mempromosikan produk unggulan mereka tanpa biaya sewa lapak yang mahal. Langkah ini menjadi cara paling efektif untuk mengenalkan produk asli Balikpapan kepada orang banyak.
“Makanya mari kita hidupkan kembali lingkungan kota dengan berbagai aktivitas yang produktif. Kami di dewan memastikan akan selalu mendukung penuh setiap kegiatan yang keluar untuk penguatan ekonomi rakyat ini,” tuturnya lagi.
Yono optimist pertumbuhan ekonomi kreatif Balikpapan akan melonjak tajam jika semua pihak mendukung gerakan ini. Pemerintah kota harus hadir sebagai fasilitator yang ramah, bukan sebagai pengawas yang kaku. Kreativitas warga kota memerlukan ruang gerak yang luas agar mampu menghasilkan kesejahteraan yang merata. (san)















Discussion about this post