Balikpapan, Borneoupdate.com – Pimpinan DPRD Kota Balikpapan bergerak cepat mengusut tuntas penyebab terhentinya pembangunan Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) Sayang Ibu. Legislator kini membidik aspek administratif dan komitmen kerja kontraktor sebagai akar permasalahan proyek strategis tersebut.
Langkah ini, kata Wakil Ketua DPRD, Yono Suherman, bertujuan untuk memastikan setiap proyek pemerintah berjalan sesuai koridor hukum. Dewan tidak ingin kegagalan manajemen proyek terus membebani APBD Kota Balikpapan tanpa memberikan manfaat nyata bagi kesehatan masyarakat. Di mana timnya sedang melakukan identifikasi mendalam terkait persoalan mendasar di lapangan. Ia menyoroti lemahnya pengawasan yang berujung pada terhentinya aktivitas konstruksi secara mendadak.
“Kami sedang membedah seluruh persoalan yang menyebabkan proyek RSIA Sayang Ibu ini berhenti. Fokus kami mencakup evaluasi kontrak hingga alasan di balik permintaan perpanjangan masa kerja,” ujarnya, Senin (11/05).
Yono menjelaskan penghentian status proyek saat ini sangat merugikan daerah. Ia menilai kegagalan penyelesaian pekerjaan tepat waktu menunjukkan adanya ketidakprofesionalan dalam pelaksanaan komitmen yang telah disepakati. Selain masalah teknis, DPRD juga mempertanyakan urgensi perpanjangan waktu yang diajukan pihak pelaksana.
“Kami meneliti kembali setiap klausul dalam kontrak kerja tersebut. Pemerintah harus berani mengambil tindakan tegas jika kontraktor terbukti melanggar janji atau tidak mampu memenuhi target fisik,” jelasnya.
Menurut Yono perpanjangan masa kerja bukan merupakan solusi otomatis atas keterlambatan yang terjadi akibat kelalaian internal. Legislator kini mendorong Dinas Kesehatan dan instansi terkait untuk lebih transparan mengenai status terkini pembangunan tersebut. Yono meminta pemerintah kota segera menyiapkan langkah alternatif agar anggaran yang telah mengalir tidak menjadi sia-sia.
“Perpanjangan masa kerja itu ada aturannya. Kami tidak akan membiarkan proyek ini terus molor tanpa alasan yang logis secara teknis maupun administratif. Kami mendesak pemerintah segera menentukan sikap. Apakah proyek ini berlanjut atau tidak,” tuturnya.
DPRD, tambah Yono, berkomitmen akan terus mengawal kasus ini hingga tuntas. Pengawasan ketat ini menjadi sinyal kuat bagi seluruh penyedia jasa konstruksi agar bekerja lebih serius dalam mengerjakan infrastruktur publik di Kota Beriman. (ana)

















Discussion about this post