Balikpapan, Borneoupdate.com – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Balikpapan terus berupaya mengamankan pembangunan kota. Pihak dewan meminta penguatan fungsi kontrol terhadap seluruh mitra kerja di pemerintah setempat. Langkah tegas ini menyasar para kontraktor yang sengaja menurunkan kualitas pekerjaan demi meraup keuntungan pribadi yang tidak wajar.
Wakil Ketua DPRD Balikpapan, Budiono Sastro Prawiro mengatakan pihaknya tidak akan lagi membiarkan pengerjaan proyek yang asal-asalan. Ia melihat banyak fasilitas publik yang cepat rusak akibat material bangunan yang tidak sesuai spesifikasi. Yono menilai tindakan kontraktor nakal tersebut merupakan pengkhianatan terhadap kepercayaan masyarakat dan merugikan keuangan daerah.
“Kami akan memburu kontraktor yang berani mempermainkan kualitas pembangunan demi keuntungan pribadi. Kami tidak ingin aset daerah rusak hanya dalam hitungan bulan setelah serah terima,” ujarnya, Senin (11/05).
Budiono menyebut pengawasan ketat ini bertujuan untuk melindungi setiap rupiah uang rakyat dalam APBD. Ia menginstruksikan seluruh komisi di DPRD untuk turun langsung ke lapangan guna memantau progres pengerjaan fisik secara berkala. Dewan akan mencocokkan laporan di atas kertas dengan fakta nyata di lokasi proyek.
Pihak legislatif, lanjutnya, juga membuka jalur pengaduan bagi masyarakat yang melihat keganjilan pada proyek pembangunan di lingkungan mereka. Yono ingin partisipasi publik dalam mendeteksi kecurangan kontraktor sejak dini. Ia meyakini kolaborasi bersama warga akan mempersempit ruang gerak kontraktor nakal.
“Langkah ini bertujuan untuk melindungi aset dan kas daerah sekaligus. Kami ingin memastikan masyarakat mendapatkan fasilitas publik yang aman dan berkualitas. Kami ingin setiap bangunan memiliki daya tahan yang panjang,” jelasnya.
Menurut Budiono DPRD siap merekomendasikan sanksi berat bagi mitra kerja yang terbukti melanggar kontrak. Sanksi tersebut mulai dari penangguhan pembayaran hingga pemutusan hubungan kerja secara sepihak. Bahkan, dewan mendorong pemerintah kota untuk memasukkan perusahaan-perusahaan bermasalah tersebut ke dalam daftar hitam permanen.
“Jangan main-main dengan pembangunan di Balikpapan. Kami akan pastikan kontraktor yang bekerja adalah mereka yang profesional dan memiliki integritas tinggi untuk memajukan kota ini,” tambah politisi PDIP Balikpapan tersebut. (ane)
















Discussion about this post