Balikpapan, Borneoupdate.com – DPRD Kota Balikpapan mengingatkan pemerintah setempat untuk segera mengamankan pasokan beras domestik. Pasalnya kota ini memiliki ketergantungan pasokan terhadap daerah lain. Sementara kondisi cuaca dan musim turut mempengaruhi volume pengiriman dari daerah penghasil.
Ketua Komisi III, Yusri mengatakan langkah antisipasi ini sangat mendesak. Apalagi, daerah penghasil juga menghadapi ancaman kemarau Panjang. Kondisi itu bisa berakibat kerentanan pangan yang mengancam dapur warga. Sementara Balikpapan tidak memiliki lahan sawah yang cukup untuk memenuhi kebutuhan secara mandiri.
“Kota ini mendatangkan hampir 100 persen kebutuhan pokoknya dari luar daerah, seperti Sulawesi dan Jawa. Komoditi beras juga demikian. Orang Indonesia kan belum makan kalau gak sama nasi,” ujarnya, Kamis (15/10).
Ketergantungan ini, Yusri akui menjadi titik lemah bagi kota minyak saat musim kemarau panjang melanda. Karena daerah penghasil juga mengalami hal yang sama dan produksi mereka turut menurun. Pada saat gagal panen, daerah asal otomatis menghentikan kiriman beras ke Balikpapan. Pemerintah daerah harus bergerak mengantisipasi kemungkinan kesulitan pasokan beras ini.
“Kita tidak punya sawah, kita seratus persen makan dari keringat petani daerah lain. Begitu jalur pasokan macet karena kemarau warga kita yang sulit dapat beras. Saya minta pemerintah kota langsung turun ke daerah asal pasokan,” jelasnya.
Di sisi lain, menurut Yusri, transportasi laut bisa terhambat cuaca buruk akhir tahun. Untuk itu, pemerintah setempat perlu menyusun strategi jangka pendek yang taktis. Gudang-gudang penyimpanan lokal harus terisi penuh sebelum bulan Desember. Pengawasan distribusi juga harus diperketat untuk mencegah spekulan menimbun barang. Rantai distribusi yang panjang harus dipangkas agar harga tetap ramah di kantong warga.
“Kalau nanti baru gerak ya bisa terlambat. Kan dampaknya stok terbatas dan harga bisa naik berkali lipat. Itu bisa mempengaruhi rumah tangga dan warung makan. Belum lagi pembeli juga jadi turun karena harga pada naik,” tuturnya lagi.
Yusri berharap kerja sama antar daerah berjalan nyata. Apalagi sudah ada kesepakatan sejak lama. Pemerintah harus memastikan armada angkutan logistik mendapatkan prioritas utama di pelabuhan. (dan)
















Discussion about this post