Balikpapan, Borneoupdate.com – Masalah sampah di pemukiman padat penduduk Kota Balikpapan memerlukan solusi yang lebih menyentuh akar rumput. Komisi III DPRD Kota Balikpapan kini menyoroti tumpukan limbah di gang-gang kecil akibat minimnya akses warga menuju Tempat Pembuangan Sementara (TPS). Pasalnya sejumlah TPS yang berada dekat dengan permukiman telah ditutup sebagai bagian dari upaya menjaga kebersihan kota.
Anggota Komisi III DPRD Balikpapan, Syarifuddin Oddang mengatakan kebijakan tersebut tidak diimbangi dengan penyediaan fasilitas pendukung. Akibatnya menyulitkan warga dalam membuang sampah. Ia melihat tumpukan sampah di lingkungan warga sebagai dampak nyata dari jauhnya jarak tempuh.
“Warga kita kesulitan membawa sampah mereka. Jadi persoalannya sekarang kita kekurangan alat angkut. Jangkauan dari satu RT ke TPS itu cukup jauh bagi warga,” ujarnya, Kamis (07/05).
Oddang menjelaskan jarak yang tidak terjangkau ini memicu warga meletakkan sampah di sembarang tempat. Sampah-sampah plastik dan organik kerap tertahan di gang-gang kecil dalam waktu lama. Kondisi ini merusak estetika lingkungan sekaligus menimbulkan bau tidak sedap di sekitar hunian.
Oddang meminta Pemerintah Kota Balikpapan untuk segera menyediakan sarana angkutan yang lincah. Ia mengusulkan pengadaan gerobak sampah modern dan kendaraan roda tiga untuk setiap lingkungan RT. Sarana ini berfungsi sebagai unit “jemput bola” yang mengambil langsung sampah dari depan pintu rumah warga.
“Kita perlu memfasilitasi gerobak, motor sampah, dan sebagainya. Ini sangat mendesak agar sampah tidak lagi menumpuk di pemukiman sebelum sempat diangkut petugas,” jelasnya.
Selama ini, lanjut Oddang, truk pengangkut sampah hanya melintasi jalan-jalan protokol atau jalan utama. Kendaraan besar tersebut tidak mampu menjangkau masuk ke pemukiman dengan jalan yang sempit. Akibatnya, ada jeda waktu yang lama antara sampah keluar dari rumah hingga sampai ke TPS resmi.
Oddang meyakini pengadaan kendaraan roda tiga merupakan investasi lingkungan yang strategis. Kendaraan ini mampu bermanuver di gang sempit dan langsung membawa sampah ke titik pengumpulan utama. Hal ini akan memangkas rantai pembuangan sampah yang selama ini menjadi kendala bagi warga lansia atau mereka yang sibuk. (sus)

















Discussion about this post