Balikpapan, Borneoupdate.com – DPRD Kota Balikpapan menyoroti masih adanya anak putus sekolah. Padahal kota ini menjadi salah satu rujukan dan percontohan pengembangan pendidikan secara nasional. Termasuk bakal menjadi penyangga utama Ibu Kota Negara (IKN) yang baru.
Anggota DPRD Kota Balikpapan, Syarifuddin Oddang mengatakan dirinya masih sering menjumpai ada anak yang tidak bisa melanjutkan sekolah ke jenjang selanjutnya. Bahkan ada yang putus sekolah dengan beragam alasan. Mulai dari tidak ada biaya hingga persoalan lainnya.
“Kami terus memantau kondisi ini. Kami minta tentunya tidak ada lagi anak yang tidak bersekolah. Kan pemerintah pusat secara tegas sudah mewajibkan pendidikan dasar selama 12 tahun dari SD sampai SMA,” ujarnya kepada wartawan.
Menurut Oddang, di area Balikpapan Utara yang menjadi daerah pemilihan dirinya, cukup banyak dijumpai anak-anak putus sekolah yang bekerja sebagai pengamen dan penjual tissu. Lantaran harus memilih membantu mengatasi perekonomian keluarga. Padahal semestinya mereka berada dalam pengawasan dan perlindungan orang tua demi mendapatkan pendidikan yang layak.
“Didalam aturan Undang-undang, pemerintah wajib membiayai anak-anak putus sekolah, seperti anak ini kelas 5 tidak bisa melanjutkan sekolah dan memilih mengamen untuk bantu keluarga,” tuturnya lagi.
Untuk itu, tambah Oddang, pihaknya meminta perhatian terhadap adanya angka anak putus sekolah pada anak usia SD. Terutama kepada pemangku kebijakan dan pihak yang berwenang dalam hal ini Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Balikpapan. Permasalahan ini memang harus di tangani bersama, maka Disdik bisa bekerjasama dengan Dinsos untuk menelaah sumber masalahnya.
“Di balikpapan program wajib belajar sembilan tahun harus ditegakkan. Anak-anak putus sekolah wajib mendapatkan pendidikan,” ucap mantan Guru SMK Setia Budi ini. (FAD)
















Discussion about this post