Samarinda, Borneoupdate.com — Sebelum pandemi Covid-19, masyarakat tidak mengenal 3M seperti saat ini. Sisi positif pandemi Covid-19 adalah masyarakat terbiasa dengan arahan protokol kesehatan 3M, yaitu memakai masker dengan benar, menghindari berkumpul dan selalu menjaga jarak serta rajin mencuci tangan dengan sabun di air mengalir.
“Saat ini kalau kita pergi dan kelupaan memakai masker, maka ada sesuatu yang kurang. Begitupun saat lupa mencuci tangan. Sehingga, semacam ada yang kurang ketika kita tidak menerapkan 3M tersebut,” ujar Humas RSUD Abdul Wahab SJahranie, Dr Arysia Andhina, Senin (28/12/2020).
Dijelaskan saat ini pelayanan di Klinik Poli sudah berjalan normal. Bahkan jumlahnya telah normal mencapai 700 pasien per hari seperti saat sebelum Covid-19. Walaupun pada Juli 2020, sempat terjadi penurunan secara drastis jumlah pasien.
Dr Arysia menambahkan bahwa tidak ada pengurangan pelayanan kesehatan di rumah sakit, khususnya di RSUD Abdul wahab Syahranie. Hanya saja, tegasnya memang jam pelayanan yang dikurangi. Bahkan di RSUD Abdul Wahab Sjahranie menambah tenaga kesehatan untuk mengantisipasi klaster Natal dan Tahun Baru.
Pandemi Covid-19 diakui dr. Arysia tidak tahu kapan berakhir walaupun masyarakat telah lelah menghadapi pandemi yang hampir selama satu tahun. Namun, ujarnya, mengingatkan bahwa protokol kesehatan harus tetap dilaksanakan agar tidak terpapar Covid-19.
Untuk kabar adanya vaksin Covid-19, dokter wanita ini menjelaskan bahwa vaksin anti Covid-19 tidak dapat memusnahkan virus Covid ini. Sehingga bukan karena telah adanya vaksin sehingga masyarakat boleh mengabaikan protokol kesehatan.
‘Vaksin tersebut tidak menghilangkan virusnya. Sehingga walaupun telah adanya vaksin, namun protokol 3M tetap harus terus diterapkan,” ujarnya.
Diakui Arysia bahwa masyarakat masih banyak yang tidak percaya dan abai dengan virus asal Tiongkok ini.
Sehingga perlunya tokoh masyarakat dan pemangku kepentingan yang memberikan contoh dan pemahaman bahwa Covid-19 ini memang ada dan dapat membahayakan jiwa manusia. “Harus ada row model dan panutan dari pejabat maupun tokoh masyarakat. Sehingga masyarakat yang telah kendur dalam protokol 3M menjadi bersemangat lagi dalam menjaga disiplin protokol kesehatan,” ujarnya.(YA)
















Discussion about this post