Balikpapan, Borneoupdate.com – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Balikpapan mendorong pemerintah untuk segera mengubah arah kebijakan ekonomi. Pihak legislatif melihat peluang emas di depan mata seiring dengan masifnya pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN). Sektor jasa, pariwisata, dan industri kreatif kini menjadi tumpuan baru untuk menggeser dominasi ekonomi migas yang selama ini mendominasi Kota Minyak.
Anggota Komisi III DPRD Balikpapan, Wahyullah Bandung, menyebut posisi geografis Balikpapan sebagai beranda IKN merupakan aset yang sangat berharga. Ia meminta pemerintah daerah tidak hanya menjadi penonton di tengah arus investasi yang masuk ke Kalimantan Timur. Karenanya momentum ini harus menjadi titik balik untuk memperkuat sektor non-migas secara signifikan.
“Posisi Balikpapan sebagai beranda Ibu Kota Nusantara membuka peluang investasi yang sangat luas. Pemerintah Kota harus agresif menjemput peluang tersebut agar kontribusi sektor non-migas terus merangkak naik setiap tahunnya,” ujarnya, Jumat (01/05).
Wahyullah menilai sektor jasa memiliki potensi pertumbuhan yang paling cepat. Lonjakan pendatang dan aktivitas logistik menuju IKN membutuhkan fasilitas pendukung yang mumpuni, mulai dari perhotelan hingga pusat perbelanjaan. Ia mendesak pemerintah untuk mempermudah izin investasi agar para investor semakin tertarik menanamkan modalnya di Balikpapan.
Selain sektor jasa, pariwisata juga menjadi perhatian serius bagi Wahyullah. Ia melihat Balikpapan memiliki garis pantai yang indah dan hutan kota yang masih terjaga. Jika terkelola secara kreatif, sektor pariwisata mampu menjadi magnet bagi wisatawan domestik maupun mancanegara yang berkunjung ke IKN.
“Kita punya potensi besar pada sektor jasa, pariwisata, dan industri kreatif sebagai alternatif pertumbuhan. Industri kreatif anak muda kita sangat hidup, mereka hanya butuh wadah dan dukungan kebijakan yang nyata dari pemerintah,” tuturnya lagi.
Menurut Wahyullah kemandirian ekonomi harus menjadi prioritas utama. Di mana penguatan sektor jasa dan kreatif menduduki posisi penting. Kota Balikpapan akan memiliki fondasi ekonomi yang lebih tangguh terhadap guncangan pasar energi dunia. Ia berharap setiap perangkat daerah mulai menyusun program kerja yang berorientasi pada penyambutan peluang IKN.
“Waktunya kita bergerak cepat. Jangan sampai potensi besar ini hilang begitu saja karena kita lambat dalam mengambil kebijakan strategis,” tambahnya. (sus)
















Discussion about this post