Samarinda, Borneoupdate.com – Pelaksanaan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) secara online pada satuan pendidikan di Kota Samarinda masih memiliki beberapa permasalahan, salah satunya persoalan jaringan internet yang selama ini sering dikeluhkan setiap warga.
Hal tersebut diungkapkan Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Samarinda H. Deni Hakim Anwar, diakuinya hingga saat ini masih ada saja warga yang tinggal di kawasan blank spot area. Sehingga hal inilah yang harus dipahami, bahwa tidak semua orangtua siswa bisa mendaftarkan anaknya secara online.
H. Deni Hakim Anwar menyampaikan hal tersebut tentu menjadi evaluasi bagi panitia pelaksana PPDB serta Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dalam hal ini Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Samarinda.
“Kami tidak mau masalah PPDB ini menjadi momok lagi, karena banyak sekali masyarakat yang kondisinya memang tidak menguasai secara maksimal, jalur pendaftaran online,” ungkap Deni sapaan akrabnya.
Jelas Deni, berharap hal ini perlu menjadi perhatian Disdikbud Kota Samarinda untuk melakukan terobosan atau inovasi mengenai pola PPDB online yang terstruktur. Sehingga masing-masing sekolah diatur kuotanya agar bisa memenuhi kebutuhan peserta didik yang baru.
Diutarakannya perlu sosialisasi yang masif kepada warga terkhusus peserta didik agar mampu mengakses PPDB online secara mandiri. Terkait persoalan diatas, sebut Deni, perlu ada peningkatan fasilitas serta peran aktif pelaksana PPDB khusus pendaftar manual dengan mendampingi peserta yang tidak mengerti mengakses secara online.
“Seperti SMP di daerah Lempake, ketika dia tidak bisa melakukan PBDB online otomatis diberlakukan manualnya, Jadi harus disediakan juga kuota khusus itu manual. Pendaftar cukup datang ke sekolahnya lalu dibantu dan didampingi oleh tenaga pendidiknya. Karena memang yang ini kita harapkan itu ada pendampingan kepada orangtua murid,” kata dia. (ANA/adv/DPRDSamarinda)
















Discussion about this post