Balikpapan, Borneoupdate.com – Kondisi kemarau melanda berbagai daerah penghasil pangan di Indonesia. Kondisi ini mulai mengganggu pasokan makanan di Kota Balikpapan. Pasokan yang berkurang membuat harga beberapa barang pokok di pasar merangkak naik.
Pemerintah Kota Balikpapan bergerak cepat menghadapi situasi ini. Instansi terkait mengawasi ketat pergerakan harga beras, cabai, dan minyak goreng. Ketiga bahan pangan ini menjadi perhatian utama karena sangat dibutuhkan warga setiap hari.
Dinas Perdagangan Kota Balikpapan langsung turun ke lapangan. Para petugas memeriksa ketersediaan barang di gudang-gudang penyimpanan. Termasuk memastikan tidak ada pihak yang menimbun bahan pokok.
Pemerintah juga berkoordinasi dengan daerah penghasil pangan yang lain. Langkah ini bertujuan untuk mencari jalur pasokan alternatif yang aman dari gangguan cuaca. Jalur distribusi yang lancar akan menjaga harga barang tetap stabil.
Kepala Dinas Perdagangan Kota Balikpapan, Haemusri Umar, menyebutkan komitmen pemerintah dalam menjaga urusan perut warga. Pemerintah tidak akan membiarkan harga pangan melonjak tanpa kendali.
“Kami terus memperkuat langkah pengendalian harga pangan di pasar. Kami mengawasi jalur distribusi dari daerah asal sampai ke tangan pedagang di Balikpapan,” ujarnya, Kamis (17/09).
Kerja sama dengan Perum Bulog dan distributor besar juga semakin diperkuat. Pemerintah daerah berencana menggelar operasi pasar murah dalam waktu dekat. Kegiatan ini akan membantu warga mendapatkan bahan pangan dengan harga terjangkau.
Selain operasi pasar, lanjut Haemusri, pemerintah mengimbau masyarakat untuk berbelanja dengan bijak. Warga tidak perlu panik lalu memborong barang secara berlebihan. Stok pangan di Kota Balikpapan saat ini masih aman untuk memenuhi kebutuhan harian.
Dinas Perdagangan juga memantau harga pangan setiap pagi melalui sistem digital. Data harga terbaru langsung menyebar ke masyarakat agar transparan. Cara ini mencegah pedagang nakal menaikkan harga secara sepihak.
“Kami tetap optimis pasokan pangan segera kembali normal. Intinya kita berupaya keras menjaga daya beli masyarakat di tengah tantangan cuaca yang tidak menentu ini,” tambahnya. (man)
















Discussion about this post