Takengon, Borneoupdate.com – Kondisi jalan rusak akibat longsor menjadi hambatan nyata dalam proses recovery pasca bencana di Sumatera. Khususnya di Aceh yang termasuk wilayah dengan dampak cukup besar. Situasi ini juga dihadapi relawan MDMC-Lazismu Kalimantan Timur (Kaltim) saat menjalankan misi kemanusiaan di Desa Pantan Pertik, Kecamatan Rusip Antara, Kabupaten Aceh Tengah. Akses utama menuju desa tersebut terputus dan tertutup longsor di beberapa titik, sehingga menyulitkan mobilitas warga maupun relawan.
Relawan MDMC Kaltim, Iwan Sulistia, mengatakan bahwa selama dua bulan terakhir tidak ada kendaraan roda empat yang bisa masuk ke desa tersebut. Hal ini disebabkan jembatan penghubung utama telah putus akibat bencana. Saat ini, warga hanya mengandalkan jembatan darurat hasil swadaya masyarakat, yang kapasitasnya terbatas dan hanya dapat dilalui kendaraan roda dua.
“Sudah sekitar dua bulan tidak ada mobil yang bisa masuk. Jembatan utama putus, yang ada hanya jembatan darurat buatan warga, itu pun hanya cukup untuk motor,” ujarnya di lokasi bencana, Senin (09/02).
Kondisi ini, lanjut Iwan, berdampak langsung pada aktivitas warga. Terutama dalam distribusi logistik, pelayanan kesehatan dan pergerakan relawan yang membawa bantuan. Bahkan saat membawa bantuan paket sembako, armada relawan hanya sampai batas desa. Sisanya menumpang kendaraan roda dua milik warga untuk sampainke titik lokasi.
Lebih jauh, keterbatasan akses tersebut juga berpengaruh pada roda perekonomian masyarakat setempat. Warga kesulitan menjual hasil pertanian maupun mendapatkan kebutuhan pokok dari luar desa karena tidak adanya akses kendaraan besar. Ongkos angkut meningkat, waktu tempuh menjadi lebih lama dan aktivitas ekonomi pun melambat secara signifikan.
Pihak pemerintah daerah, menurut Kepala Desa Pantan Pertik, Mahyuddin, telah menjanjikan perbaikan badan jalan hingga ruas jembatan yang rusak. Namun hingga kini, realisasi perbaikan tersebut belum terlihat di lapangan. Pemerintah desa disebut telah berulang kali mempertanyakan hal ini kepada pihak terkait, baik pemerintah kabupaten maupun wakil rakyat di Aceh Tengah. Namun belum mendapatkan kepastian waktu pelaksanaan.
“Janjinya tahun ini ada perbaikan, cuma belum ada waktu pastinya. Kami tentu inginnya cepat, karena ini terkait langsung dengan ekonomi warga kami. Kami sudah minta agar sebelum puasa ini jalan dan jembatan sudah baik,” tuturnya kepada pihak relawan.
Meski dihadapkan pada kondisi jalan yang sulit, relawan MDMC-Lazismu Kaltim tetap berupaya menjangkau warga dan menyalurkan bantuan semaksimal mungkin. Mereka harus menempuh perjalanan lebih panjang, menggunakan kendaraan roda dua, serta berjalan kaki di beberapa titik untuk memastikan bantuan sampai kepada masyarakat terdampak.
Kondisi ini menjadi gambaran nyata bahwa pemulihan pasca bencana tidak hanya membutuhkan bantuan logistik, tetapi juga dukungan infrastruktur yang memadai. Relawan dan masyarakat berharap pemerintah segera merealisasikan perbaikan jalan dan jembatan, agar proses recovery dapat berjalan lebih cepat, aktivitas ekonomi kembali normal, dan kualitas hidup warga Desa Pantan Pertik dapat segera pulih. (zha)
















Discussion about this post