PPU, Borneoupdate.com – Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) bersama Bank Indonesia (BI) memperkuat sinergi, kolaborasi, dan koordinasi dalam upaya penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), peningkatan kapasitas dan produktivitas sektor pangan, pengendalian inflasi daerah, serta penguatan literasi masyarakat.
Upaya tersebut dibahas dalam kegiatan yang berlangsung di Lantai III Kantor Bupati Penajam Paser Utara. Kegiatan ini dihadiri Sekretaris Daerah (Sekda) PPU Tohar, Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Asisten III Bidang Adminstrasi Umum Sekretariat Daerah, Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Balikpapan, para pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) beserta jajaran, serta sejumlah undangan terkait lainnya.
Mewakili Bupati Penajam Paser Utara, Sekda Tohar dalam sambutannya menyampaikan bahwa penyelenggaraan pemerintahan harus dilaksanakan dengan mengedepankan sinergi dan kolaborasi, mengingat pemerintahan merupakan bagian dari sebuah sistem yang besar dan kompleks.
“Di antara kita hanya bisa dibedakan fungsi dan perannya, tetapi tidak bisa dipisahkan. Oleh karena itu, menjadi keniscayaan bagi kita untuk membangun kekuatan, soliditas, dan kemampuan adaptif. Hal ini menjadi keharusan di antara kita,” ujarnya.
Terkait penanggulangan Karhutla, Tohar mengingatkan seluruh pihak untuk terus mengampanyekan larangan membakar lahan, baik untuk kepentingan perkebunan maupun kegiatan pembersihan lahan dan pekarangan, terutama saat memasuki musim kemarau.
Ia menilai, sebagian kejadian kebakaran hutan dan lahan bermula dari aktivitas masyarakat yang menggunakan cara pembakaran untuk membersihkan lahan. Namun, kondisi tersebut justru berpotensi menyebabkan api semakin meluas dan sulit dikendalikan.
“Karena beberapa kejadian, Bapak dan Ibu sekalian, sebetulnya berawal dari perilaku kita. Kemudian, kita mengambil langkah pengamanan dengan cara pembakaran, tetapi akhirnya kebakaran justru semakin menjadi,” jelasnya. (*/Pemkab PPU)

















Discussion about this post