Balikpapan, Borneoupdate.com – Walikota Balikpapan, Rizal Effendi mengakui Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) yang disusun di periode kedua kepemimpinannya tidak bisa dituntaskan. Sejumlah pekerjaan rumah menunggu walikota yang akan memimpin periode berikutnya di tengah situasi pandemi Covid-19 seperti saat ini.
“Setahu saya realisasi pelaksanaan Rencana pembangunan jangka menengah daerah (RPJMD) Kota Balikpapan tahun 2016-2021 sudah sudah diatas 80%. Kalau berkaca kondisi hari ini kemungkinan tidak terealisasi semuanya,” ujarnya kepada wartawan, Rabu (30/12).
Dari laporan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Balikpapan, lanjut Rizal, target pelaksanaan RPJMD 2016-2021 diprediksi hanya terealisasi 95%. Hal itu berdasarkan hasil evaluasi yang dilakukan terhadap evaluasi atas pelaksanaan RPJMD Kota Balikpapan pada tahun 2017 yang tercatat mencapai sekitar 20,78%. Kemudian, di tahun 2018, mencapai sekitar 40,78% dan pada tahun 2019 telah mencapai sekitar 71,84%.
“Untuk tahun 2020 ini, hingga semester pertama lalu capaiannya sekitar 80%. Jadi kalau digabung dengan akhir masa jabatan di tahun 2021 kami perkirakan target RPJMD akan tercapai 95% pada tahun depan,” jelasnya.
Rizal mengakui untuk tahun 2020 ini, kondisi pandemi Covid-19 telah menyebabkan perlambatan terhadap pertumbuhan ekonomi sehingga menyebabkan sejumlah proyek yang direncanakan tertunda pelaksanaannya. Bahkan akibat situasi ini sejumlah proyek terpaksa ditunda karena anggarannya direcofusing untuk penanganan Covid-19.
“Banyak proyek tertunda, progresnya mengalami perlambatan kurang lebih 12 persen karena kondisi Covid-19. Jadi dipastikan tidak akan mencapai optimal pada 2021, beberapa jalan strategis belum bisa kita laksanakan, sekali lagi masalahnya alokasi anggaran,” tambahnya. (FAD)
















Discussion about this post