
Balikpapan, Borneoupdate.com – Wakil rakyat di DPRD Kota Balikpapan kembali menuntut pemerataan fasilitas pendidikan. Hal itu menjadi aspirasi para anggota legislatif yang mendapatkan amanah dari daerah pemilihannya. Salah satunya kawasan Manggar Baru di Kecamatan Balikpapan Timur yang tidak memiliki SMP dan SMA.
Anggota Komisi IV DPRD Balikpapan, Suryani mengatakan pemenuhan fasilitas pendidikan merupakan salah satu hak yang bisa dinikmati oleh masyarakat. Tidak hanya di kawasan tengah kota namun juga bagi warga yang berdomisili di pinggiran. Apalagi jumlah pendaftar sekolah yang membludak tentu mengakibatkan ketersediaan sekolah menjadi tidak berimbang.
“Kita minta supaya pemerintah lewat dinas pendidikan bisa membangunkan sekolah di Manggar Baru. Karena di sana tidak ada SMP dan SMA. Jadi warga saya selalu saja bertanya kapan ada sekolah di wilayah mereka,” ujarnya kepada wartawan di gedung DPRD Balikpapan, Selasa (08/03).
Menurut Suryani, sebagai anggota dewan dari daerah pemilihan Balikpapan Timur, dirinya terus menyuarakan aspirasi masyarakat soal pembangunan SMP. Meski begitu, masyarakat tetap harus bersabar dengan kondisi defisit anggaran yang terjadi. Terutama saat pandemi Covid-19 yang menyedot anggaran untuk percepatan penanganannya.
“Bagaimana para RT di Manggar Baru tidak cemburu. Daerah yang berdekatan dengan mereka seperti Manggar, Lamaru dan Teritip punya SMP. Kalau soal lahan Manggar Baru juga ada. Tinggal realisasi pembangunannya saja,” tuturnya lagi.
Suryani menambahkan Balikpapan Timur memiliki keunggulan dari sisi ketersediaan lahan. Maka pemerintah tinggal menyiapkan anggaran pembangunan sekolah yang menyesuaikan kondisi. Adapun prosesnya bisa secara bertahap agar tidak membebani keuangan daerah.
“Memang tiap tahun selalu soal anak sekolah ada di mana-mana. Mudah-mudahan lah pemerintah kota mau mendengarkan keluhan masyarakat khususnya Manggar Baru. Jadi sekolah bisa terbangun sesuai aspirasi warga kami,” tambahnya. (FAD)




















Discussion about this post