Samarinda, Borneoupdate.com – Penambahan terkonfirmasi terus menunjukkan tren peningkatan, hal ini mengakibatkan 3 Kabupaten dan Kota di Kaltim hingga kini per 31 Oktober 2022 masih berstatus zona merah.
3 Kabupaten dan Kota yang masih berzona merah yakni Balikpapan, Samarinda dan Kutai Kartanegara. Di mana kasus aktif pada Balikpapan berjumlah 426 kasus, Samarinda 158 dan Kutai Kartanegara 138 kasus. Ini tentunya harus menjadi perhatian masyarakat agar tetap waspada, karena pandemi belum berakhir.
Juru bicara Satgas COVID-19 Provinsi Kaltim Andi Muhammad Ishak menyebutkan hari ini kasus positif bertambah 87 kasus. Sebaran kasus berasal dari Berau 4 kasus, Kutai Barat 6 kasus, Kutai Kartanegara 12 kasus, Kutai Timur 6 kasus, Mahakam Ulu 1 kasus, Paser 2 kasus, Penajam Paser Utara 9 kasus, Balikpapan 35 kasus, Bontang 5 kasus dan Samarinda 7 kasus.
Sementara sembuh Covid-19 sebanyak 61 kasus diataranya berasal dari Kutai Barat 13 kasus, Kutai Kartanegara 6 kasus, Balikpapan 38 kasus dan Bontang 4 kasus. Sedangkan meninggal dunia tidak ada tambahan kasus baru. Total positif di Kaltim sebanyak 211.066 kasus, sembuh 204.384 kasus, meninggal dunia 5.742 kasus dan dalam perawatan 940 kasus.
Sementara Kepala Dinas Kesehatan Kota (DKK) Balikpapan Andi Sri Juliarty mengakui setelah melandai cukup lama, kasus Covid-19 di kota minyak kembali menunjukkan tren kenaikan dalam beberapa pekan terakhir. Bahkan lonjakkan kasus mencapai 200 persen.
“Kasus naik mulai minggu ke 41, 42 dan 43 Oktober 2022. Dari 67 kasus, naik ke 138 kasus dan kini 343 kasus,” kata , Senin (31/10).
Lonjakkan kasus, lanjut wanita yang akrab disapa Dio itu, didominasi para pekerja yang hendak masuk lokasi. Mereka sebelumnya melakukan tes PCR dan dapati hasil positif.
“Terbanyak dari kelompok pekerja yang melakukan tes Covid untuk masuk ke lokasi kerja. Jadi, perusahaan memang masih selalu screning, dalam seminggu ini jumlah tes PCR lima ribu,” ujarnya.
Mayoritas dari mereka yang terpapar tidak bergejala atau gejala ringan. Sehingga hanya menjalani isolasi mandiri atau isoman. Dengan demikian lonjakan yang terjadi tidak mempengaruhi keterisian di rumah sakit.
“Tingkat keterisian ruang isolasi di rumah sakit hari ini empat persen dan ruang ICU 11 persen, ada tiga kasus kematian karena komorbit,” tambahnya. (ANA/adv/diskominfokaltim)
















Discussion about this post