Balikpapan, Borneoupdate.com – Pemerintah Kota Balikpapan merealisasikan vaksinasi bagi 2.100 tenaga pengajar dari tingkat Pendidikan Usia Dini (PAUD) hingga Sekolah Menengah Atas (SMA) sederajat. Melalui vaksinasi ini diharapkan kegiatan sekolah secara tatap muka bisa digelar di Balikpapan yang sebelumnya dijadwalkan pada Juli 2021 mendatang.
Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Balikpapan Boentoro mengatakan kegiatan vaksinasi ini merupakan tindak lanjuti dari rencana persiapan pelaksanaan kegiatan belajar mengajar secara tatap muka yang akan digelar di Balikpapan di bulan Juli 2021 mendatang. Namun rencana tersebut juga tetap mempertimbangkan perkembangan kasus terkonfirmasi positif Covid-19 dalam 3 bulan ke depan.
“Untuk sekolah tatap muka itu kita jadwalkan dilaksanakan bulan Juli, apabila semua guru itu sudah divaksin dan perkembangan sudah melandai,” ujarnya kepada wartawan di sela-sela kegiatan vaksinasi di Rumah Sakit Tentara Balikpapan, Selasa (23/03) siang.
Menurut Boentoro dalam kegiatan vaksinasi guru ini pihaknya melibatkan sebanyak dua rumah sakit yakni Rumah Sakit Bhayangkara dan Rumah Sakit Tentara serta 38 fasilitas kesehatan yang ada di Kota Balikpapan. Adapun target guru yang harus mendapatkan vaksinasi berjumlah 7.000 orang mulai dari tingkat PAUD hingga SMA sederajat.
“Kalau yang dilaksanakan di Rumah Sakit Bhayangkara itu untuk sekolah yang di bawah Kementerian Agama sebanyak 100 guru, yang di Rumah Sakit Tentara untuk sekolah yang di bawah Dinas Pendidikan sebanyak 100 guru dan sisanya kita melaksanakan di 38 fasilitas kesehatan masing-masing 50 guru,” tuturnya.
Boentoro menambahkan pelaksanaan vaksinasi bagi guru ini sudah mencakup sekitar 30 persen dari target yang diharapkan sebanyak 7000 guru. Untuk sementara pelaksanaan vaksinasi ini diprioritaskan kepada tenaga pengajar ini yang usianya diatas 50 tahun, ditargetkan bahwa sebelum kegiatan belajar mengajar secara tatap muka dimulai semua guru sudah divaksinasi.
Secara terpisah, Walikota Balikpapan Rizal Effendi mengungkapkan bahwa pihaknya masih mengkaji kemungkinan pelaksanaan pembelajaran tatap muka bersama Dinas Pendidikan. Apalagi pelaksanaan vaksin saat ini baru menyasar guru karena memang vaksin Covid-19 hanya dapat diberikan untuk usia 18 tahun ke atas.
“Karena Juli kan mungkin sudah tatap muka. Nanti kita akan lihat semuanya. Sesuaikan sekolahnya juga, apa semua akan memberlakukan (belajar tatap muka). Kita susun SOP-nya bersama Dinas Pendidikan,” tambahnya. (FAD)
















Discussion about this post