
Balikpapan, Borneoupdate.com – DPRD Kota Balikpapan terus mendorong kenaikan insentif bagi para RT di kota minyak. Mengingat keberadaan para RT cukup membantu pemerintah setempat mensosialisasikan kebijakan pada warga. Posisi ini terbilang cukup strategis karena langsung berhubungan dengan masyarakat.
Anggota Komisi I DPRD Kota Balikpapan, Hasanuddin menilai sudah saatnya pemerintah memberikan tambahan insentif bagi kinerja para RT. Saat ini tercatat ada 1.360 RT yang tersebar di 34 kelurahan yang mendapatkan dana operasional sebesar Rp 750 ribu per bulannya.
“Dana itu tergolong minim untuk operasional ketua RT makanya perlu juga insentif tambahan sesuai kinerja mereka di lapangan. Kita juga bersyukur kemaren sudah ada program BPJS tenaga kerja untuk RT,” ujarnya, Jum’at (15/10).
Selain itu, lanjut Hasanuddin, honor RT ternyata juga mengalami potongan pajak sebesar 5%. Sehingga pihak DPRD meminta pemerintah memperhatikan jasa RT terhadap kota ini. Salah satunya dengan insentif berbasis kinerja bagi RT yang berhasil menata lingkungannya dan mengaktifkan keterlibatan masyarakat dalam kerja bakti.
“Mungkin belum bisa banyak karena keterbatasan anggaran. Tapi jelas berbagai penghargaan yang mampir ke kota ini tidak lepas dari peran RT. Seperti predikat kota layak anak, kawasan tertib lalu lintas dan piala Adipura hingga Adipura Kencana,” tuturnya lagi.
Menurut Hasanuddin meski belum bisa memberikan kenaikan honor, keberadaan insentif juga bisa jadi apresiasi pemerintah terhadap bantuan dan kerja keras RT. Tapi tetap harus mempertimbangkan ketersediaan anggaran di tengah kondisi pandemi Covid-19 seperti saat ini.
“Saya pikir honor RT itu sudah wajar karena menyesuaikan kemampuan anggaran pemkot. Insentif itu saya pikir solusi tambahannya. Saya harap walikota dan perangkatnya bisa mempertimbangkannya,” pungkasnya. (FAD)




















Discussion about this post