
Balikpapan, Borneoupdate.com – Keberadaan kegiatan proyek jaringan gas di Balikpapan menimbulkan dampak yang dikeluhkan oleh masyarakat. Salah satunya kerusakan jalan yang terjadi akibat pengerjaan proyek. Menyikapi hal ini, DPRD Kota Balikpapan meminta dinas pekerjaan umum sebagai instansi terkait untuk menyelesaikan persoalan tersebut.
“Kerusakan jalan akibat dari pengerjaan penggalian jaringan gas rumah tangga menjadi salah satu persoalan yang banyak dikeluhkan warga, karena persoalan sama selalu terjadi secara berulang-ulang di setiap lokasi pengerjaan penggalian,” ujar Wakil Ketua DPRD Balikpapan, Budiono, Sabtu (16/10).
Budiono menjelaskan kerusakan jalan terjadi pada bekas galian untuk kegiatan penanaman pipa dalam pengerjaan proyek tersebut menyebabkan tanahnya tidak padat. Sehingga ketika hujan turun kondisi tanah menjadi gampang mengalami penurunan dan jalan rusak bahkan longsor.
“Program jargas diakui sangat bagus untuk masyarakat, namun hanya pelaksanaan di lapangan tidak begitu baik. Kami akan berkomunikasi dengan penanggung jawab pengerjaan jargas agar penutupan lubang pengerjaan jargas dilakukan dengan padat,” tuturnya.
Menurut Budiono untuk tahun 2021 ini, pihaknya juga mengalokasikan dana mencapai Rp 4 miliar untuk membiayai kegiatan pemeliharaan sarana fisik di dinas pekerjaan umum. Dana tersebut bisa digunakan untuk perbaikan badan jalan, mengganti penutup drainase yang rusak dan hilang karena dicuri serta penambalan jalan yang berlubang.
“Banyak jalan yang perlu diperbaiki tentunya kawasan yang banyak dilalui arus lalu lintas. Selain itu, dengan adanya pandemi Covid-19 ini yang mengakibatkan anggaran banyak terpotong, maka perbaikan jalan yang lebih diprioritaskan, ” tambahnya. (FAD)




















Discussion about this post