Balikpapan, Borneoupdate.com – Progres pembangunan sekolah terpadu di perumahan Balikpapan Regency mendapat sorotan dari pihak wakil rakyat. Pasalnya hingga kini prosentase pengerjaan belum mencapai target. Meski pihak kontraktor pelaksana mengklaim sudah mencapai 20% pengerjaan. Padahal proyek tahun jamak ini memerlukan anggaran hingga Rp 33 miliar.
Anggota DPRD Kota Balikpapan, Yohanes Patiung, meminta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) segera melakukan pemanggilan kepada pihak kontraktor, PT Sarjis Agung Indrajaya. Agar ada kejelasan mengenai minimnya progres proyek pembangunan sekolah yang ada di kawasan Kecamatan Balikpapan Selatan tersebut.
“Saya pribadi prihatin dengan pembangunan di Kota Balikpapan, khususnya pembangunan sekolah terpadu di Balikpapan Regency, Balikpapan Selatan. Pasalnya, saat saya turun ke lapangan untuk melihat proses pengerjaannya, namun tidak ada kegiatan,” ujarnya, Senin (22/05).
Menurut Yohanes, pihaknya perlu mendapatkan informasi secara rinci terkait kendala di lapangan. Termasuk kepastian kepemilikan modal oleh pihak kontraktor. Karena beberapa waktu lalu sejumlah anggota dewan sempat melakukan kunjungan lapangan (sidak). Namun tidak bertemu dengan pihak kontraktor di lapangan.
“Nanti kita akan melakukan rapat internal dulu, bagaimana selanjutnya, apakah nanti kita akan memanggil kembali pihak kontraktor dan Disdikbud Balikpapan, untuk menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP),” tuturnya lagi.
Yohanes menilai pihak kontraktor harus menambah pekerja dan melakukan lembur. Hal itu agar target pengerjaan yang tertinggal bisa tercapai. Sebab proyek ini akan berakhir di Desember 2023. Sementara pihak dewan memperkirakan batas waktu itu bakal tidak tercapai. Jika ritme kerja kontraktor masih sama seperti sekarang.
“Untuk mencapai target masih jauh. Kami minta kontraktor tambah tenaga pekerja dan bekerja lembur. Soalnya bangunannya bertingkat. Harus bisa rampung pada Desember 2023 ini.,” tandasnya. (FAD)
















Discussion about this post