Balikpapan, Borneoupdate.com – Pemotongan anggaran hingga 60 persen yang dialami Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Balikpapan pada tahun ini berdampak signifikan terhadap realisasi sejumlah program prioritas. Kebijakan efisiensi tersebut membuat sejumlah kegiatan yang telah berjalan pada tahun sebelumnya terpaksa mengalami penyesuaian. Bahkan harus ditunda pelaksanaannya sampai ketersediaan anggaran kembali normal .
Kepala DPU Kota Balikpapan, Rita, mengungkapkan kondisi pemangkasan anggaran mempengaruhi berbagai sektor pekerjaan infrastruktur. Terutama penanganan banjir, pembangunan dan normalisasi drainase, serta perbaikan sejumlah ruas jalan yang sebelumnya telah masuk dalam agenda kerja lanjutan. Karena PU mengalami pemotongan sampai Rp 440 miliar.
“Dengan pengurangan anggaran yang cukup besar, kami harus melakukan penyesuaian skala prioritas. Beberapa kegiatan yang sebelumnya sudah berjalan, terutama yang bersifat lanjutan, saat ini belum bisa direalisasikan sepenuhnya,” ujarnya usai rapat di DPRD Balikpapan, Senin (23/02).
Menurut Rita, program penanganan banjir menjadi salah satu yang terdampak langsung. Sejumlah proyek peningkatan kapasitas drainase dan normalisasi saluran air yang direncanakan untuk mengurangi titik genangan kini harus melalui tahapan evaluasi ulang. DPU memfokuskan anggaran yang tersisa pada wilayah yang dinilai paling rawan dan membutuhkan penanganan segera.
Tak hanya itu, perbaikan ruas jalan di beberapa titik juga mengalami perlambatan. Rita menyebut, pihaknya tetap berupaya menjaga kualitas infrastruktur yang sudah ada melalui pemeliharaan rutin, meski ruang fiskal semakin terbatas.
“Kami mengutamakan pemeliharaan jalan yang kondisinya sudah mendesak agar tidak semakin parah dan membahayakan pengguna jalan,” jelasnya.
Rota menambahkan, pihaknya terus berkoordinasi dengan DPRD Kota Balikpapan untuk mencari solusi atas keterbatasan anggaran tersebut. DPU juga melakukan peninjauan ulang terhadap rencana kerja agar tetap sejalan dengan kebutuhan masyarakat dan kemampuan keuangan daerah.
Ia berharap, penyesuaian ini dapat dipahami publik sebagai bagian dari upaya menjaga stabilitas keuangan daerah. Meski menghadapi keterbatasan, DPU Kota Balikpapan berkomitmen tetap menjalankan fungsi pelayanan dasar di bidang infrastruktur secara maksimal sesuai dengan kemampuan anggaran yang tersedia.
“Kami minta masyarakat bisa memahami kondisi ini. Karena semua daerah mengalami hal yang sama. Kegiatan rutin seperti tahun sebelumnya kita upayakan berjalan. Tapi ya sesuai kondisi,” tambahnya. (zha)

















Discussion about this post