Balikpapan, Borneoupdate.com – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Balikpapan menggeser fokus penanganan kesehatan masyarakat ke arah pemberdayaan ekonomi hilir. Pihak legislatif mendorong pembinaan intensif bagi para pelaku usaha lokal. Sektor Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) serta jasa katering kini menjadi sasaran utama untuk memproduksi makanan sehat.
Hal ini, kata anggota Komisi IV, Iim, memadukan misi kesehatan publik dengan kebangkitan ekonomi warga. Dirinya tidak ingin pemenuhan gizi masyarakat bergantung pada produk pabrikan skala besar. Pemerintah kota harus memaksimalkan potensi dapur-dapur lokal milik warga Balikpapan sendiri sebagai penyedia nutrisi.
“Kita harus menggerakkan ekonomi warga sekaligus menyelamatkan kesehatan anak-anak kita. Jasa katering lokal memiliki peran yang sangat besar untuk menyiapkan hidangan yang padat gizi,” ujarnya, Selasa (03/11).
Iim memandang penting peningkatan standar kualitas bagi pelaku usaha makanan. Aspek kebersihan dan keamanan bahan pangan menjadi syarat mutlak yang tidak boleh ditawar. Pengusaha katering lokal harus memiliki pemahaman yang mendalam mengenai konsep pemenuhan gizi seimbang. Maka di situ pemerintah wajib memfasilitasi pelatihan sertifikasi higienis gratis bagi UMKM makanan.
“Jadi kita bisa pastikan makanan yang sampai ke tangan warga memiliki mutu kesehatan yang terjamin. Ini bagus kalau terealisasi. Kan jajanan anak itu jadi perhatian. Anak stunting tentu karena asupan yang masuk ke tubuh,” jelasnya.
Menurut Iim pihaknya melihat kedekatan geografis katering lokal mempermudah distribusi makanan segar ke lingkungan rumah. Makanan sehat hasil olahan UMKM lokal terbukti lebih segar dan sesuai dengan lidah masyarakat sekitar. Pola pendekatan ini juga sekaligus membuka lapangan kerja baru bagi para ibu rumah tangga.
“Pemerintah kan punya regulasi. Tinggal sinergi saja dengan UMKM yang ada. Jadi produk mereka minimal bergizi dan aman dikonsumsi. Bukan hanya sekedar enak dilihat tapi ternyata mengandung bahan berbahaya,” tuturnya lagi.
Langkah ini, tambah Iim, memastikan jajanan yang beredar bebas dari zat pewarna atau pengawet berbahaya. Melalui sinergi, DPRD optimis mampu membangun ketahanan pangan dari tingkat keluarga. Pelaku usaha lokal bukan lagi sekadar penonton dalam program-program kesehatan pemerintah kota. Mereka kini berdiri di garda terdepan sebagai penyedia pangan sehat yang tepercaya. (dan)















Discussion about this post