Balikpapan, Borneoupdate.com – DPRD Kota Balikpapan mendorong pemanfaatan armada bus Balikpapan City Trans (Bacitra) sebagai media promosi berjalan. Langkah inovatif ini untuk mengenalkan potensi dan kemajuan kota kepada publik. Selain menarik investor juga untuk memperkuat penyebaran informasi pembangunan,
Wakil ketua Komisi III, Halili Adinegara, menilai optimalisasi ini juga membuka peluang besar bagi penambahan pendapatan asli daerah dari sektor periklanan. Pemerintah kota harus bergerak cepat memanfaatkan ruang publik ini demi kesejahteraan masyarakat. Bukan hanya terbatas pada fungsi layanan transportasi harian bagi warga setempat.
“Pemerintah harusnya kreatif dalam pemanfaatan aset. Bacitra ini kan terus bergerak dan diminati warga. Tentu bisa jadi media promosi ke pihak yang memerlukan. Jelas itu bisa jadi pemasukan bagi daerah,” ujarnya, Rabu (04/11).
Pemanfaatan aset, lanjut Halili bisa dilakukan secara multifungsi. Pemerintah bisa menempatkan bus Bacitra bukan sekadar alat transportasi. Melainkan juga sebagai etalase berjalan yang mencerminkan wajah modern Kota Balikpapan. Kehadiran bus yang bersih dan menarik perhatian ini memiliki daya jangkau visual yang sangat tinggi bagi masyarakat luas.
“Potensi visual inilah yang menjadi modal utama untuk informasi program pemerintah. Sekaligus menarik minat para pelaku usaha lokal. Kan bisa masuk info soal pajak daerah dan lainnya. Itu kan potensi bagi daerah,” jelasnya.
Menurut Halili ruang iklan pada badan bus dapat menguntungkan banyak pihak secara bersamaan. DPRD Balikpapan menyarankan agar dinas terkait segera menyusun regulasi yang ramah investasi untuk pengelolaan iklan pada bus ini. Tata letak iklan harus tetap mengutamakan estetika kota dan tidak mengganggu pandangan pengendara lain di jalan raya.
“Kami mendorong instansi terkait untuk mendesain armada Bacitra menjadi media promosi yang kreatif dan informatif. Kita bisa menampilkan program pembangunan kota dan produk unggulan UMKM pada bus ini,” tuturnya lagi.
Halili menyebut langkah promosi berjalan ini juga menjadi angin segar bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Balikpapan. Pemerintah dapat memberikan ruang khusus dengan tarif bersubsidi agar produk lokal semakin dikenal luas oleh masyarakat dan wisatawan. Sinergi ini akan memutar roda ekonomi hilir dengan lebih cepat dan merata. (man)
















Discussion about this post