Balikpapan, Borneoupdate.com – DPRD Kota Balikpapan memantau kinerja Perumda Tirta Manuntung Balikpapan (PTMB) dalam distribusi air. Khususnya pada masa kemarau panjang dan transisi ke musim penghujan. Pihak legislatif mengimbau jajaran manajemen PTMB mampu mengoptimalkan distribusi air di tengah keterbatasan air baku.
Anggota DPRD, Japar Sidik, mengingatkan pelayanan prima sebagai prioritas utama selama dampak musim kemarau belum sepenuhnya hilang. Upaya mitigasi ini menyusul mulai bertambahnya curah hujan meski dalam volume yang ringan. Namun prediksi BMKG soal kemarau panjang harus tetap menjadi acuan pengelolaan distribusi air.
“PTMB harus siap menghadapi segala kemungkinan perubahan cuaca. Harus punya manajemen risiko distribusi air bersih. Jangan sampai mengorbankan kebutuhan harian masyarakat. Ini kan masih sistem distribusi bergilir ke pelanggan,” ujarnya, Rabu (04/11).
Kondisi alam, lanjut Japar, memang menunjukkan tanda-tanda yang baik. Hujan mulai turun membasahi sejumlah kawasan di wilayah Kota Balikpapan. Curah hujan tersebut membawa harapan pemulihan cadangan air baku daerah. Terutama dalam mengisi kembali dua waduk utama. Yakni waduk Manggar dan Teritip yang menjadi pemasok air baku PTMB.
“Curah hujan belum merata. Belum mampu memulihkan kapasitas produksi air kita. Kami minta PTMB memantau distribusi ke pemukiman warga. Kalau bisa normal silahkan. Menyesuaikan saja dengan kondisi di lapangan,” jelasnya.
Menurut Japar layanan air menyangkut hajat hidup orang banyak dan kesehatan lingkungan. Manajemen PTMB harus tetap menjaga pola pembagian air yang adil dan merata kepada seluruh pelanggan. Petugas juga wajib merespons cepat setiap keluhan warga terkait kemacetan aliran air di lapangan.
“Kami mengimbau PTMB maksimal dalam layanan distribusi air. Terutama selama kondisi kemarau masih berlangsung. Ini hujan sudah mulai turun.Kita semua berharap debit waduk dapat segera kembali terisi penuh,” tuturnya lagi.
DPRD Balikpapan juga mengapresiasi kesabaran masyarakat dalam menghadapi situasi keterbatasan air belakangan ini. Komunikasi publik yang transparan mengenai jadwal distribusi air menjadi faktor penting penanganan krisis. PTMB wajib menyampaikan informasi terkini mengenai kondisi debit waduk kepada warga. Di mana keterbukaan informasi ini membangun rasa saling percaya antara pemerintah dan masyarakat. (man)
















Discussion about this post