Balikpapan, Borneoupdate.com – DPRD Kota Balikpapan menyoroti potensi banjir yang terus mengancam sejumlah kawasan permukiman akibat kapasitas drainase yang dinilai tidak lagi memadai. Kondisi tersebut bahkan membuat warga melakukan penanganan secara mandiri dengan menyewa alat berat untuk mengangkat sedimentasi sungai.
Anggota DPRD Kota Balikpapan, Kasmah mengatakan langkah swadaya masyarakat patut diapresiasi karena menunjukkan tingginya kepedulian warga terhadap kondisi lingkungan. Namun, ia menilai upaya tersebut tidak cukup untuk menjadi solusi jangka panjang dalam penanganan banjir.
Menurutnya, persoalan sedimentasi dan kapasitas drainase membutuhkan penanganan yang lebih terencana dan melibatkan pemerintah daerah secara maksimal. Sebab, banjir tidak hanya dipicu curah hujan tinggi, tetapi juga kondisi saluran air yang mengalami penyempitan dan pendangkalan.
“Warga sampai melakukan upaya mandiri dengan menyewa alat berat untuk mengangkat sedimentasi sungai. Tetapi langkah seperti ini tentu belum cukup untuk menjadi solusi jangka panjang,” ujarnya, Jumat (12/06).
Kasmah menjelaskan banyak saluran drainase di beberapa wilayah sudah tidak mampu menampung debit air saat hujan deras. Akibatnya, genangan air dengan cepat meluap ke kawasan permukiman dan mengganggu aktivitas masyarakat.
Ia menilai pemerintah daerah perlu segera melakukan normalisasi saluran air dan sungai secara berkala agar aliran air dapat kembali berjalan optimal. Selain itu, peningkatan kapasitas drainase juga harus menjadi perhatian dalam program pembangunan infrastruktur kota.
“Kalau kapasitas drainase tidak ditingkatkan, potensi banjir akan terus terjadi. Karena itu, penanganannya harus dilakukan secara menyeluruh dan berkelanjutan,” lanjutnya.
Kasmah menyebut persoalan banjir tidak bisa hanya dibebankan kepada masyarakat melalui kerja bakti atau swadaya lingkungan. Pemerintah daerah harus hadir dengan program penanganan yang lebih konkret dan terukur. Selain normalisasi sungai, DPRD juga mendorong pengawasan terhadap pembangunan di kawasan resapan air agar tidak memperparah kondisi banjir.
Kasmah menambahkan keterlibatan masyarakat tetap penting dalam menjaga kebersihan saluran air dan lingkungan sekitar. Namun, dukungan pemerintah melalui perbaikan infrastruktur tetap menjadi faktor utama dalam mengatasi persoalan banjir di Kota Balikpapan.
“Kesadaran masyarakat memang penting. Tetapi pemerintah juga harus memperkuat penanganan infrastruktur supaya persoalan banjir tidak terus berulang,” tambahnya. (ana)

















Discussion about this post