Balikpapan, Borneoupdate.com – DPRD Kota Balikpapan meminta seluruh pengelola hotel mampu mempertahankan strategi bisnis mereka. Hal itu menyikapi pengetatan kebijakan fiskal oleh pemerintah yang kini mengancam okupansi hotel. Pihak dewan mendorong manajemen perhotelan tidak menurunkan kualitas pelayanan di tengah tekanan ekonomi ini.
Sekretaris Komisi II, Taufik Qul Rahman menyebut perkiraan pengetatan anggaran pemerintah akan mematikan industri perhotelan lokal. Namun, DPRD Kota Balikpapan melihat tantangan ini sebagai momentum. Pengelola hotel bisa mandiri dan lepas dari ketergantungan dana APBD, APBN atau even besar pemerintah.
“Memang kami terima laporan penurunan okupansi hotel. Soalnya ini berkaitan. Kegiatan dinas itu jadi pemasok utama pendapatan hotel. Tapi pasar perhotelan tidak boleh pasrah pada keadaan makroekonomi,” ujarnya, Rabu (21/10).
Manajemen hotel, lanjut Taufik, wajib menjemput bola ke sektor swasta dan pariwisata kreatif. Selama ini, publik melihat hotel hanya sebagai tempat menginap atau lokasi rapat dinas. DPRD Balikpapan mendorong hotel bertransformasi menjadi pusat ekosistem ekonomi kreatif. Hotel bisa bekerja sama dengan pelaku UMKM, seniman, dan komunitas lokal untuk membuat paket wisata baru.
“Kami tahu kondisi fiskal sedang ketat. Namun, kualitas pelayanan tidak boleh turun. Hotel yang kreatif justru akan memenangkan pasar di saat sulit seperti ini. Kami juga turut mencarikan solusi di tengah kondisi fiscal terbatas ini,” jelasnya.
Menurut Taufik ketergantungan pada kegiatan rapat pemerintah (MICE) membuat hotel rentan tumbang. Pengelola hotel harus beradu strategi untuk mempertahankan pelanggan lama. Mereka perlu menaikkan nilai layanan (value added) tanpa harus menaikkan harga sewa kamar. Langkah ini diyakini mampu membuka peluang pertumbuhan okupansi yang baru. Pasar korporasi swasta, wisatawan keluarga, dan pelancong medis kini menjadi sasaran yang jauh lebih potensial. Manajemen hotel harus jeli melihat pergeseran tren pasar ini.
“Jangan hanya menunggu paket rapat dari pemerintah. Kuenya semakin tipis. Anggaran daerah sudah tidak sebesar dulu. Tingkatkan saja fasilitas, buat promo unik, dan manfaatkan digital marketing untuk menggaet pasar swasta nasional,” tambah politisi PKB Balikpapan tersebut. (san)
















Discussion about this post