Balikpapan, Borneoupdate.com – DPRD Kota Balikpapan mengambil langkah proaktif untuk menjamin kualitas hewan kurban yang beredar di masyarakat. Lembaga legislatif menginstruksikan seluruh camat dan lurah segera melakukan pendataan menyeluruh terhadap lapak-lapak pedagang musiman di wilayah masing-masing.
Upaya ini bertujuan memastikan setiap hewan yang dijual memenuhi standar kesehatan dan layak konsumsi. Dewan menilai aparat kewilayahan memiliki peran sentral sebagai garda terdepan pengawasan aktivitas ekonomi masyarakat.
Wakil Ketua DPRD Kota Balikpapan, Budiono Sastro Prawiro, menyebut pendataan ini bukan sekadar urusan administratif. Ia menginginkan adanya pemetaan yang akurat untuk memudahkan dinas terkait melakukan pemeriksaan kesehatan hewan secara berkala. Karenanya, para lurah harus aktif turun ke lapangan memantau kemunculan lapak-lapak baru.
“Kami menyarankan para camat dan lurah segera mendata lapak di wilayah mereka. Koordinasi yang kuat dengan pedagang akan memudahkan kontrol di lapangan. Ini bagian upaya kita menata dan merapikan aktivitas musiman itu,” ujarnya, Sabtu (09/05).
Budiono menilai data yang akurat membantu pemerintah mendeteksi asal-usul ternak yang masuk ke Balikpapan. Langkah ini sangat krusial untuk melindungi warga dari potensi penularan penyakit kuku dan mulut (PKM) atau penyakit menular lainnya. DPRD juga meminta camat memastikan setiap titik penjualan memiliki fasilitas yang memadai.
“Nanti kami minta pemerintah daerah perhatikan kebersihan kendang. Jangan sampai ada pencemaran lingkungan sekitarnya. Aparat wilayah harus mengenali siapa saja pedagang di areanya,” jelasnya.
Menurut Budiono para pedagang harus bersikap kooperatif saat petugas melakukan pendataan. Apalagi kepemilikan data yang jelas justru akan menguntungkan pedagang karena meningkatkan kepercayaan konsumen. Pihak DPRD akan terus memantau kinerja aparat wilayah dalam mengawal persiapan Iduladha. Sehingga warga kota merasa aman dan nyaman selama perayaan hari besar keagamaan.
DPRD, tambahnya, berharap kolaborasi ini menciptakan sistem pengawasan yang terpadu dari tingkat rukun tetangga hingga kota. Ia meyakini keterlibatan aktif camat dan lurah akan meminimalisir adanya lapak liar yang tidak terpantau kesehatannya.
“Keamanan warga dalam beribadah adalah prioritas kami. Pendataan yang tertib sejak dini merupakan wujud kehadiran pemerintah untuk melindungi konsumen dan peternak lokal,” pungkasnya. (man)
















Discussion about this post