Balikpapan, Borneoupdate.com – Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Balikpapan memetakan ulang rencana pembangunan infrastruktur pendidikan skala besar. Proyek sekolah terpadu di kawasan Islamic Center kini menemui babak baru dalam perencanaan pembangunannya.
Lembaga legislatif memperkirakan realisasi fisik sekolah tersebut baru akan terwujud pada tahun 2027 mendatang. Langkah ini mengikuti dinamika kondisi keuangan daerah yang memerlukan penyesuaian target. Pemerintah kota memilih bersikap realistis namun tetap mengawal proyek ini hingga tuntas.
Ketua Komisi IV DPRD Balikpapan, Gasali, mengungkapkan faktor pendanaan menjadi variabel utama pergeseran jadwal ini. Ia mengakui struktur anggaran kota saat ini sedang mengalami tekanan akibat kebijakan dari pemerintah pusat.
“Pemerintah pusat melakukan pemangkasan dana transfer ke daerah. Kondisi ini memaksa kami untuk menata ulang semua perencanaan pembangunan fisik yang memakan biaya besar,” ujarnya, Sabtu (09/05).
Gasali mengatakan keterbatasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) membuat pihaknya harus mencari sumber pendanaan alternatif. Dukungan Bantuan Keuangan (Bankeu) dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur menjadi kunci utama keberlanjutan proyek sekolah terpadu tersebut.
Pihak legislatif kini terus membangun komunikasi intensif dengan pemerintah provinsi. Mereka melobi agar proyek pendidikan di Balikpapan masuk dalam daftar prioritas penerima bantuan keuangan tahun depan. Komisi IV optimis sinergi lintas pemerintah ini akan memberikan solusi nyata bagi kebutuhan ruang kelas baru.
“Kami mengejar dukungan Bankeu Provinsi. Tanpa bantuan tersebut, keuangan daerah akan sangat kesulitan memenuhi kebutuhan dana pembangunan sekolah terpadu secara mandiri,” lanjutnya.
Meskipun jadwal bergeser, Gasali memastikan proses persiapan administratif tetap berjalan. Pihaknya terus memantau pematangan lahan dan penyempurnaan desain bangunan agar siap saat dana kucuran tiba. Ia ingin memastikan bahwa ketika anggaran tersedia, pengerjaan fisik bisa langsung tancap gas tanpa hambatan teknis.
Kawasan Islamic Center, tambahnya, dipilih karena memiliki lokasi strategis untuk memecah kepadatan siswa di sekolah-sekolah sekitar. Kehadiran sekolah terpadu ini nantinya akan mengintegrasikan jenjang pendidikan dalam satu area yang representatif. (end)

















Discussion about this post