Balikpapan, Borneoupdate.com – Komisi III DPRD Kota Balikpapan mendorong Pemerintah Kota untuk segera memperkuat diversifikasi sektor ekonomi. Parlemen menilai struktur perekonomian Kota Minyak saat ini masih sangat rentan karena ketergantungan yang terlalu tinggi pada industri pengolahan minyak dan gas. Dominasi satu sektor besar ini dianggap menyimpan risiko fatal bagi stabilitas finansial daerah di masa depan.
Anggota Komisi III DPRD Balikpapan, Wahyullah Bandung, menyoroti besarnya kontribusi industri pengolahan terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) kota. Ia mencatat aktivitas industri besar menjadi napas utama perputaran uang di Balikpapan. Namun, ketergantungan yang ekstrem ini justru menciptakan bayang-bayang krisis jika sektor tersebut mengalami perlambatan global.
“Kalau kita lihat persentasenya, sekitar 60 sampai 70 persen itu masih ditopang Pertamina. Kalau Pertamina berhenti, Balikpapan juga akan sangat terdampak,” ujarnya, Jumat (01/05).
Wahyullah menilai kondisi ini menempatkan Balikpapan dalam posisi yang kurang aman. Fluktuasi harga minyak dunia atau perubahan kebijakan energi nasional dapat langsung mengguncang daya beli masyarakat lokal. Ia mendesak pemerintah untuk mulai menciptakan mesin ekonomi baru yang lebih mandiri dan variatif di luar sektor migas.
“Kita harus menyiapkan payung sebelum hujan. Mengembangkan sektor UMKM dan pariwisata bukan lagi pilihan, tapi keharusan untuk mengimbangi dominasi industri besar,” jelasnya.
Untuk itu, kata Wahyullah, DPRD Balikpapan meminta dinas terkait untuk menyusun peta jalan ekonomi yang lebih inklusif. Dirinya meyakini penguatan ekonomi kerakyatan akan membuat ketahanan kota jauh lebih stabil. Jika sektor industri pengolahan melambat, sektor-sektor pendukung lainnya bisa menjadi bantalan agar ekonomi tidak langsung anjlok.
Pihak legislatif berkomitmen mendukung penuh kebijakan anggaran yang berfokus pada kemudahan investasi di bidang jasa dan infrastruktur pendukung pariwisata. Wahyullah berharap Balikpapan tumbuh menjadi kota perdagangan yang mandiri tanpa harus selalu bergantung pada satu entitas industri besar saja.
“Kemandirian ekonomi adalah kunci. Kita ingin memastikan Balikpapan tetap kokoh berdiri dan terus berkembang dalam situasi apa pun. Maka perlu antisipasi sejak dini. Jangan terlalu tergantung dengan industri yang ada,” tutupnya. (sus)
















Discussion about this post