Balikpapan, Borneoupdate.com – Pemerintah Kota Balikpapan menggelar upacara peringatan HUT ke-124 di tengah kondisi pandemi Covid-19 yang melanda sejak Maret 2020 lalu. Kondisi ini juga menyebabkan lokasi acara pelaksanaan dipindahkan dari gedung dome ke halaman kantor walikota. Pemindahan tersebut berdasarkan rekomendasi dari tim Satuan Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19 di Balikpapan dengan mempertimbangkan kondisi kasus positif yang terus bertambah.
“Terakhir ini ikut HUT Kota walaupun suasananya pandemi Covid-19,” ujar Walikota Balikpapan, Rizal Effendi, kepada para wartawan usai mengikuti upacara HUT Kota Balikpapan ke-124 di halaman balai kota, Rabu (10/02).
Ia mengakui ada banyak pekerjaan rumah yang belum terselesaikan di masa kepemimpinannya di periode kedua ini. Apalagi kondisi pembangunan berhadapan dengan pandemi Covid-19 yang berdampak pada ekonomi dan sosial masyarakat. Sehingga menjadi PR yang tersisa diharapkan bisa terselesaikan oleh Wakil Walikota sebagai penggantinya usai memenangi pemungutan suara di pilkada Kota Balikpapan 2020 lalu.
“Banyak PR-nya. Tidak gampang menyelesaikannya PR ini karena semua lagi fokus Covid-19. Salah satunya coastal road yang digadang merubah wajah Kota Balikpapan karena kotanya dipindah ke pinggir pantai. Tapi sayangnya kita kena Covid-19,” tuturnya.
Menurut Rizal rencana pembangunan IKN di daerah Kabupaten PPU dan Kutai Kartanegara juga diyakininya membawa dampak pada perekonomian di Balikpapan. Mengingat pembangunan IKN yang diproyeksi menghabiskan anggaran hingga Rp 500 triliun diharapkan bisa membangkitkan ekonomi daerah penyangga seperti Balikpapan.
“IKN padahal luar biasa bisa membangkitkan ekonomi kita. Bayangkan dananya 500 triliun masuk di Kaltim luar biasa itu. Tapi kita lagi berhadapan dengan Covid-19. Jangankan membangun kita masih fokus menangani Covid yang entah sampai kapan,” tuturnya.
Rizal tidak menampik secara umum ada program yang berhasil dan ada juga yang tidak tercapai di masa kepemimpinan periode kedua ini. Karena memang ada proses yang harus dilaluinya dalam menjalankan sebuah program pembangunan. Sehingga untuk ukuran keberhasilan dirinya mengakui tidak ada yang sempurna saat memimpin di Balikpapan.
“Pokoknya saya mengalir saja. Kalau memang sudah harus waktunya pensiun ya asyik dengan cucu-cucu dengan anak-anak. Ini saya lagi ngajarin cucu mengenal bagaimana padi bagaimana singkong,” ucapnya sambil berlalu. (FAD)
















Discussion about this post