Balikpapan, Borneoupdate.com – PT Kilang Pertamina Balikpapan (KPB) kembali mencatatkan prestasi di tingkat internasional melalui inovasi teknologi konstruksi bertajuk Geo-Stone Column. Inovasi tersebut tidak hanya meningkatkan kualitas proyek, tetapi juga berhasil menekan biaya konstruksi hingga Rp 53 miliar.
Pengakuan global atas inovasi ini diperoleh dalam ajang International Exhibition of Inventions Geneva 2026 yang berlangsung pada 11–15 Maret 2026 di Jenewa, Swiss. Dalam ajang tersebut, Geo-Stone Column meraih Gold Medal serta Special Award dari Croatian Association of Innovators (ARCA).
Vice President Legal & Relation PT KPB, Asep Sulaeman, mengatakan capaian tersebut merupakan hasil kerja kolaboratif berbagai pihak di internal perusahaan.
“Pencapaian ini menjadi bukti bahwa ide dan kerja keras anak bangsa mampu bersaing di panggung dunia serta menghadirkan solusi yang berdampak nyata,” ujar Asep dalam keterangan tertulis, Rabu (15/4/2026).
Geo-Stone Column merupakan metode perbaikan tanah yang dirancang untuk mengatasi kondisi tanah lunak pada proyek konstruksi. Teknologi ini bekerja dengan membentuk kolom dari susunan batu di dalam tanah yang kemudian diperkuat dengan lapisan pelindung berupa geomembrane.
Dengan metode tersebut, beban bangunan dapat tersebar lebih merata sehingga risiko penurunan tanah dapat diminimalkan. Selain itu, stabilitas konstruksi juga meningkat secara signifikan.
Teknologi ini telah diterapkan dalam pembangunan tangki minyak berkapasitas 1 juta barel pada proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) Lawe-Lawe.
Implementasi tersebut dinilai berhasil meningkatkan keandalan struktur sekaligus menciptakan efisiensi biaya yang besar.
Ketua Gugus Bimocol, Radea Nasri Erfany, menjelaskan bahwa inovasi Geo-Stone Column lahir dari kebutuhan nyata di lapangan.
“Kami berangkat dari tantangan nyata di lapangan. Harapannya, inovasi seperti ini bisa terus berkembang dan memberikan manfaat yang lebih luas,” kata Radea.
Ia menambahkan, tim Bimocol akan terus mengembangkan berbagai solusi inovatif untuk mendukung efisiensi dan keselamatan proyek-proyek KPB ke depan.
Keberhasilan ini sekaligus memperkuat posisi KPB sebagai salah satu entitas industri energi nasional yang aktif mendorong inovasi berbasis kebutuhan operasional, serta mampu bersaing di tingkat global. (*)
















Discussion about this post