Balikpapan, Borneoupdate.com – Komisi IV DPRD Kota Balikpapan memberikan perhatian khusus terhadap kualitas layanan kesehatan di RSUD Beriman. Para wakil rakyat kini menyoroti capaian Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) sebagai barometer keberhasilan pelayanan publik di rumah sakit plat merah tersebut.
Anggota Komisi IV DPRD Balikpapan, Siska Anggraini mengungkapkan pihaknya terus memantau dinamika layanan kesehatan di lapangan. Ia menilai rumah sakit harus mampu menjawab ekspektasi publik yang semakin tinggi. Fokus utama evaluasi kali ini menyasar pada efektivitas sistem antrean digital.
“Kami memperhatikan betul Indeks Kepuasan Masyarakat atau IKM itu. Hal ini menyangkut pelayanan langsung yang warga terima setiap hari. Itu harus dihadapi oleh manajemen RSUD Beriman,” ujarnya, Kamis (07/05).
Siska menyebut pihaknya menerima berbagai masukan terkait kendala teknis di rumah sakit. Keluhan warga paling banyak tertuju pada penggunaan aplikasi Mobile JKN. Masyarakat menilai sistem digital tersebut belum sepenuhnya sinkron dengan operasional di loket pendaftaran RSUD Beriman.
Kondisi ini menyebabkan antrean fisik masih sering menumpuk meski warga sudah mendaftar secara daring. Ketidaksesuaian data antara aplikasi dan sistem rumah sakit memicu kebingungan pasien. Gasali menginginkan agar digitalisasi memberikan kemudahan, bukan justru menambah kerumitan bagi warga.
“Kami sering menerima keluhan mengenai Mobile JKN ini. Sistem digital seharusnya memangkas waktu tunggu pasien secara signifikan. Tapi faktanya warga tetap kesulitan dapat kuota layanan pasien di sana,” jelasnya.
Untuk itu, Siska mendorong manajemen RSUD Beriman untuk segera melakukan integrasi sistem secara menyeluruh. Gasali meminta pihak rumah sakit berkoordinasi lebih intens dengan BPJS Kesehatan guna memperbaiki bug atau celah teknis. Penyelarasan ini sangat penting agar kuota antrean di aplikasi sesuai dengan kapasitas riil di lapangan.
Komisi IV, tambah Siska, juga meminta petugas di garda terdepan lebih proaktif membantu pasien yang kesulitan menggunakan aplikasi. Edukasi langsung di area rumah sakit akan sangat membantu warga lansia yang belum terbiasa dengan teknologi. Langkah ini bertujuan agar semua lapisan masyarakat mendapatkan akses kesehatan yang setara. (sus)

















Discussion about this post