
Balikpapan, Borneoupdate.com – DPRD Kota Balikpapan siap menjadi penengah dalam persoalan tenaga kerja (naker) lokal yang kurang terakomodir dalam proyek Refinery Development Master Plant (RDMP) Pertamina. Pasalnya sejumlah gabungan ormas lokal sudah menuntut pemerintah daerah agar memperjuangkan nasib pekerja lokal untuk mengisi lowongan di proyek perluasan kilang tersebut.
Wakil Ketua DPRD Kota Balikpapan, Sabaruddin Panrecalle mengatakan pihak dewan terus berupaya mencarikan solusi dan kejelasan dari disnaker. Khususnya terkait pekerja lokal agar bisa terlibat pada proyek perluasan kilang milik pertamina. Sementara dari sisi yuridis kota ini sudah memiliki peraturan daerah (Perda) nomor 1 tahun 2018 tentang penyelenggaraan ketenagakerjaan.
“Kami di dewan memfasilitasi dan memediasi semuanya. Utamanya dalam menghasilkan solusi terkait keterlibatan pekerja lokal yang ada di Balikpapan dalam proyek RDMP,” ujarnya kepada wartawan, Kamis (02/12).
Bahkan perda tersebut, lanjut Sabaruddin, juga memuat klausul yang menyebutkan setiap perusahaan atau investor yang masuk ke Kota Balikpapan wajib melakukan pelatihan dan penempatan terhadap tenaga kerja setempat. Namun tidak menyebutkan berapa prosentase penyerapan tenaga kerja lokal yang wajib diserap oleh investor yang masuk di kota ini.
“Bukan hanya kepada Pertamina saja, kalau bisa seluruh pelaku usaha industri yang ada di Balikpapan untuk mengutamakan pekerja asli kota ini. Kita tahu kualitas SDM anak-anak atau warga Balikpapan sudah cukup bagus dan bisa bersaing,” tuturnya lagi.
Untuk diketahui, sejak tahun 2018 lalu Pertamina sudah mulai menjalankan proyek perluasan kilang RDMP, yang merupakan satu dari enam mega proyek kilang yang dibangun Pertamina. Keenam mega proyek kilang itu terdiri atas empat proyek perluasan Refinery Development Master Plant (RDMP) dan dua proyek pembangunan baru Grass Root Refinery (GRR). Adapun pihak di daerah menginginkan adanya proyek tersebut dapat membuka peluang lebih besar dalam penyerapan tenaga kerja lokal. (GUH)




















Discussion about this post